• RUANG IKLAN

    Ruang ini disewakan untuk pemasangan iklan banner.

Tampilkan postingan dengan label Berita Nasional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita Nasional. Tampilkan semua postingan

24 Agustus 2026

PENGACARA BEKEN MAKI WARTAWAN: MIO LAWAN, PWI BERDAMAI

Oleh: Abah Hadi Tuban

Pembina MIO Indonesia


SumutJaya.com, TUBAN.– Nama besar ternyata tidak membuat Media Independen Online (MIO) Indonesia gentar. Organisasi wartawan online ini justru ngot membawa kasus makian Hotman Paris Hutapea ke proses hukum.

Sikap itu berseberangan dengan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) yang memilih berdamai setelah terlapor meminta maaf atas insiden di Gedung Kejaksaan Agung, 17 Juli 2026 lalu.

Lewat surat resmi ke Kapolda Metro Jaya Komjen Pol. Asep Edi Suheri tertanggal 18 Agustus 2026, MIO menegaskan sikapnya. Tidak ada damai. Laporan harus jalan.

Laporan bernomor LP: B/5298/VII/2026/SPKT/POLDA METRO JAYA yang dilayangkan sejak 21 Juli 2026 itu, dinilai MIO sudah selayaknya naik ke tahap penyelidikan. MIO juga meminta SP2HP agar ada kejelasan.

Dalam laporannya, MIO menjerat Hotman Paris dengan Pasal 433, 436, dan 441 UU No. 1 Tahun 2023 tentang KUHP. Kalimat “Luh Gak Punya Otak”, “Tanya Sama Kakek Luh”, dan “Pengecut Gak Berani Tanya Mabes Polri” dinilai MIO sebagai bentuk penyerangan terhadap kehormatan dan pencemaran nama baik profesi wartawan.

Yang membuat MIO semakin kecewa, puluhan jurnalis yang hadir saat kejadian justru memilih bungkam. Tidak ada satu pun yang melaporkan. 

Kekecewaan itu makin dalam ketika PWI yang mengambil alih kasus, justru menutupnya dengan jalur perdamaian. 

“Popularitas seseorang tidak boleh membuat hukum jadi tumpul. Ini soal martabat profesi,” tegas MIO dalam suratnya.

MIO juga mengingatkan Polda Metro agar tidak berlindung di balik dalil _ne bis in idem_. Selama belum ada putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap, proses hukum terhadap laporan MIO wajib berjalan. Hal ini sesuai Pasal 76 KUHP dan Pasal 1917 KUHPerdata.

Kini ribuan anggota MIO di seluruh Indonesia menunggu. Apakah hukum akan ditegakkan secara sama, atau akan kalah oleh nama besar terlapor.

Bagi MIO, kasus ini adalah ujian. Ujian apakah negara masih berpihak pada keadilan, bukan pada popularitas.

(Red)

Share:

15 Agustus 2026

Presiden INAMPA Pasoroan Herman Harianja Berharap Kongres IMA ke-27 Di Bali Akan Membawa Sektor Kemaritiman Indonesia Semakin Go Internasional

SumutJaya.com. SABTU, 15 AGUSTUS 2026. -Indonesia Maritime Pilots' Association (INAMPA) yang berdiri pada tanggal 11 Maret tahun 2023 akan menjadi Tuan Rumah Kongres Internasional Maritim Asosiasi yang ke-27 di The Apurva Kempinski Bali Hotel and Resort yang akan berlangsung mulai tanggal 23-28 Agustus 2026. 

Kongres yang akan dibuka secara resmi oleh Menko Infrastruktur & pembangunan kewilayahan Dr. H. Agus Harimurti Yudhoyono, M.Sc., M.P.A., M.A., bersama dengan Sekjen IMO Arsenio Antonio Domínguez Velasco, Gubernur Bali I Wayan Koster, Presiden INAMPA Pasoroan Herman Harianja, dan Presiden IMPA Capt. Simon Pelletier, serta akan dihadiri oleh tamu-tamu VIP  yang diundang INAMPA antara lain; Menteri Perhubungan Republik Indonesia, Wakil Menteri Perhubungan Republik Indonesia, Dirjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, Kepala Badan Kebijakan Transportasi (BKT) Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Direktur Kepelabuhanan Ditjen Perhubungan Laut, Direktur Kenavigasian Ditjen Perhubungan Laut yang akan mengikuti Kongres, dan Pejabat lainnya di Ditjen Perhubungan Laut. Selain itu juga diundang Kepala Staf TNI Angkatan Laut, Kepala BAKAMLA Republik Indonesia, Ketua KNKT Republik Indonesia, Direksi Pelindo, Direksi/Pimpinan Badan Usaha Pelabuhan (BUP), pengelolaan jasa pemanduan dan penundaan kapal dari seluruh Indonesia baik itu BUMN, BUMD, dan Badan Usaha Milik Swasta (BUMS), serta Perwira Pandu Maritime anggota INAMPA dari seluruh Indonesia termasuk Pengurus DPP, DPW INAMPA dan ibu-ibu istri Perwira Pandu Maritim Indonesia.

Selain itu juga dihadiri oleh Pendamping Peserta Kongres, Peninjau/utusan dari berbagai Badan atau Organisasi Internasional seperti IMO, IALA dan lain-lain. Selama Kongres berlangsung Pameran Kemaritiman. Pelaksanaan Kongres ini merupakan upaya keras dari Pengurus DPP dan DPW INAMPA untuk memajukan sektor kemaritiman di Indonesia khususnya dibidang Maritime Safety, Maritime Security, Maritime Environmental Protection, dan Maritime Sustainability.

Kongres IMPA ke-27 yang akan berlangsung di Bali-Indonesia, akan memberi manfaat dalam 5 (lima) kategori:

Secara Umum 

Pertukaran ide dan pengetahuan, khususnya di sektor kemaritiman.

Menjalin jejaring dan kolaborasi maritim ditingkat regional dan internasional.

Peningkatan kesadaran dan pemahaman mengenai manfaat keselamatan maritim, keamanan maritim, perlindungan lingkungan maritim, serta keberlanjutan maritim.

Untuk Individu 

Pengembangan pribadi dan karir.

Sarana untuk memperluas wawasan. 

Membangun jejaring professional.

Peningkatan kompetensi pribadi.

Untuk Organisasi/Institusi 

Pengembangan Professionalisme.

Pengembangan kebijakan.

Peningkatan visibilitas.

Peningkatan kapasitas.

Peningkatan kredibilitas.

Untuk Negara Daerah 

Peningkatan pendapatan nasional.

Peningkatan aktivitas ekonomi. 

Peningkatan investasi. 

Peningkatan kredibilitas nasional.

Dan berbagai manfaat, antara lain: Sosial, ekonomi, budaya keselamatan maritim, pariwisata, keamanan, dan manfaat lainnya. 

Momen Kongres IMPA ke-27 di Bali-Indonesia ini menjadi Marketing Public Relations serta Diplomasi Maritim Indonesia kepada dunia internasional tentang perkembangan, potensi bisnis maritim, dan peluang kerjasama industri maritim di Indonesia dengan berbagai stakeholders Kemaritiman Internasional lainnya. 

Menurut Herman Presiden Indonesian Maritime Pilots Association (INAMPA) yang didampingi oleh Ketua Panitia Kongres Nasional Captain Syamsul Maarif, Captain, Fandi A.S, Captain Agoes Soeryanto, Captain Dedik dan pengurus lainnya beserta Event organizer (EO), menyebutkan topik bahasan Kongres meliputi: 

Best Practise Pemanduan dan Penundaan kapal Teknologi Maritim

Bisnis Maritim 

Inovasi Layanan 

Artificial intelligence (AI)

SDM Maritime Pilots

Trend bisnis dan tantangan

Adaptasi Teknologi dan Budaya baru kerja 

Kesehatan Maritim Pilots

Dan Relate topics to Maritime Pilots Job

Adapun aktivitas selama Kongres yaitu: 

Welcome Cocktail/Dinner

Official Opening Kongres

Pameran

Ladies/Accompanying Program

Visit = 9 Interesting Places in Bali

Social/Cultural Program

Visit = 3 Spectacular Places in Bali 

Gala Dinner

Acara pembukaan Kongres akan dihadiri kurang lebih 500 orang yang terdiri dari Peserta, Pendamping, Peninjau, Exhibitor, Sponsor serta undangan VIP maupun eksekutif lainnya. Pembicara di dalam Kongres terdiri dari 35 orang berskala internasional dari 5 (lima) Benua dan 16 (enam belas) Negara.

Presiden INAMPA Pasoroan Herman Harianja mengharapkan Kongres ini akan membawa sektor kemaritiman Indonesia semakin go internasional, dan memberikan nilai tambah kepada Bangsa, Negara dan rakyat Indonesia.

(Rel)

Share:

26 April 2026

𝙋𝙀𝙍𝙅𝘼𝙇𝘼𝙉𝘼𝙉 𝙋𝙐𝙇𝘼𝙉𝙂 𝙔𝘼𝙉𝙂 𝙏𝘼𝙆 𝙋𝙀𝙍𝙉𝘼𝙃 𝙎𝘼𝙈𝙋𝘼𝙄,

KAI yang selalu memakan nyawa Orang di Persimpangan Jalan Lintas Kenderaan Motor dan Mobil. (Foto istimewa)

𝘿𝙞𝙗𝙖𝙡𝙞𝙠 T𝙧𝙖𝙜𝙚𝙙𝙞 𝙩𝙖𝙗𝙧𝙖𝙠𝙖𝙣 𝙆𝙚𝙧𝙚𝙩𝙖 𝘼𝙥𝙞

SumutJaya.com. 𝘼𝙙𝙖 𝙥𝙚𝙧𝙟𝙖𝙡𝙖𝙣𝙖𝙣 𝙥𝙪𝙡𝙖𝙣𝙜 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙩𝙖𝙠 𝙥𝙚𝙧𝙣𝙖𝙝 𝙨𝙖𝙢𝙥𝙖𝙞. 𝘼𝙙𝙖 𝙨𝙚𝙣𝙮𝙪𝙢 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙩𝙖𝙠 𝙡𝙖𝙜𝙞 𝙗𝙞𝙨𝙖 𝙢𝙚𝙧𝙚𝙠𝙖𝙝 𝙙𝙞 𝙙𝙚𝙥𝙖𝙣 𝙬𝙖𝙟𝙖𝙝 𝙢𝙪𝙣𝙜𝙞𝙡 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙢𝙚𝙣𝙖𝙣𝙩𝙞. 𝘿𝙞 𝙗𝙖𝙡𝙞𝙠 𝙩𝙖𝙗𝙧𝙖𝙠𝙖𝙣 𝙢𝙖𝙪𝙩 𝙖𝙣𝙩𝙖𝙧𝙖 𝙆𝙍𝙇 𝙙𝙖𝙣 𝙠𝙚𝙧𝙚𝙩𝙖 𝙖𝙥𝙞 𝙟𝙖𝙧𝙖𝙠 𝙟𝙖𝙪𝙝 𝘼𝙧𝙜𝙤 𝘽𝙧𝙤𝙢𝙤 𝘼𝙣𝙜𝙜𝙧𝙚𝙠 𝙙𝙞 𝙎𝙩𝙖𝙨𝙞𝙪𝙣 𝘽𝙚𝙠𝙖𝙨𝙞 𝙏𝙞𝙢𝙪𝙧, 𝙎𝙚𝙣𝙞𝙣 𝙢𝙖𝙡𝙖𝙢 (27/4/2026), 𝙩𝙚𝙧𝙨𝙞𝙢𝙥𝙖𝙣 𝙠𝙞𝙨𝙖𝙝 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙢𝙚𝙣𝙜𝙤𝙮𝙖𝙠 𝙨𝙚𝙣𝙙𝙞-𝙨𝙚𝙣𝙙𝙞 𝙝𝙖𝙩𝙞.

𝙎𝙚𝙤𝙧𝙖𝙣𝙜 𝙞𝙗𝙪 𝙢𝙪𝙙𝙖, 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙗𝙖𝙧𝙪 𝙨𝙖𝙟𝙖 𝙢𝙚𝙡𝙚𝙬𝙖𝙩𝙞 𝙢𝙖𝙨𝙖 𝙘𝙪𝙩𝙞 𝙢𝙚𝙡𝙖𝙝𝙞𝙧𝙠𝙖𝙣 𝙨𝙚𝙡𝙖𝙢𝙖 𝙩𝙞𝙜𝙖 𝙗𝙪𝙡𝙖𝙣, 𝙢𝙚𝙢𝙪𝙡𝙖𝙞 𝙝𝙖𝙧𝙞 𝙥𝙚𝙧𝙩𝙖𝙢𝙖𝙣𝙮𝙖 𝙠𝙚𝙢𝙗𝙖𝙡𝙞 𝙗𝙚𝙠𝙚𝙧𝙟𝙖. 𝘿𝙚𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙨𝙚𝙢𝙖𝙣𝙜𝙖𝙩 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙗𝙖𝙧𝙪, 𝙙𝙚𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙧𝙞𝙣𝙙𝙪 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙢𝙖𝙨𝙞𝙝 𝙢𝙚𝙡𝙚𝙠𝙖𝙩 𝙥𝙖𝙙𝙖 𝙗𝙖𝙮𝙞𝙣𝙮𝙖 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙢𝙖𝙨𝙞𝙝 𝙢𝙚𝙧𝙖𝙝, 𝙞𝙖 𝙗𝙚𝙧𝙖𝙣𝙜𝙠𝙖𝙩 𝙥𝙖𝙜𝙞 𝙞𝙩𝙪. 𝙄𝙖 𝙢𝙚𝙣𝙮𝙪𝙨𝙪𝙞, 𝙢𝙚𝙣𝙚𝙣𝙖𝙣𝙜𝙠𝙖𝙣, 𝙡𝙖𝙡𝙪 𝙥𝙖𝙢𝙞𝙩. 

"𝙄𝙗𝙪 𝙥𝙚𝙧𝙜𝙞 𝙙𝙪𝙡𝙪, 𝙮𝙖, 𝙉𝙖𝙠. 𝙉𝙖𝙣𝙩𝙞 𝙞𝙗𝙪 𝙥𝙪𝙡𝙖𝙣𝙜." 𝘿𝙖𝙣 𝙨𝙪𝙙𝙖𝙝 𝙥𝙖𝙨𝙩𝙞 𝙨𝙖𝙢𝙗𝙞𝙡 𝙢𝙚𝙣𝙘𝙞𝙪𝙢 𝙥𝙞𝙥𝙞 𝙠𝙞𝙧𝙞 𝙙𝙖𝙣 𝙠𝙖𝙣𝙖𝙣 𝙨𝙚𝙧𝙩𝙖 𝙠𝙚𝙣𝙞𝙣𝙜 𝙨𝙖𝙣𝙜 𝙗𝙖𝙮𝙞. 𝙎𝙖𝙢𝙗𝙞𝙡 𝙢𝙚𝙣𝙜𝙝𝙞𝙧𝙪𝙥 𝙙𝙖𝙡𝙖𝙢 𝙙𝙖𝙡𝙖𝙢 𝙖𝙧𝙤𝙢𝙖 𝙢𝙞𝙣𝙮𝙖𝙠 𝙩𝙚𝙡𝙤𝙣 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙢𝙚𝙣𝙚𝙢𝙥𝙚𝙡 𝙙𝙞 𝙙𝙖𝙙𝙖 𝙨𝙖𝙣𝙜 𝙗𝙖𝙮𝙞. 𝙈𝙪𝙣𝙜𝙠𝙞𝙣 𝙨𝙖𝙟𝙖 𝙠𝙚𝙩𝙞𝙠𝙖 𝙨𝙖𝙣𝙜 𝙄𝙗𝙪 𝙗𝙚𝙧𝙖𝙣𝙜𝙠𝙖𝙩 𝙗𝙖𝙮𝙞𝙣𝙮𝙖 𝙢𝙖𝙨𝙞𝙝 𝙩𝙚𝙧𝙩𝙞𝙙𝙪𝙧 𝙥𝙪𝙡𝙖𝙨. 3 𝘽𝙪𝙡𝙖𝙣... 𝙮𝙖 𝙗𝙚𝙩𝙪𝙡 3 𝙗𝙪𝙡𝙖𝙣... 𝙡𝙖𝙜𝙞 𝙜𝙚𝙢𝙚𝙨 𝙜𝙚𝙢𝙚𝙨𝙣𝙮𝙖.

𝘿𝙞𝙖 𝙨𝙪𝙙𝙖𝙝 𝙗𝙞𝙨𝙖 𝙢𝙚𝙣𝙜𝙖𝙣𝙜𝙠𝙖𝙩 𝙠𝙚𝙥𝙖𝙡𝙖 𝙙𝙖𝙣 𝙙𝙖𝙙𝙖 𝙨𝙖𝙖𝙩 𝙩𝙚𝙣𝙜𝙠𝙪𝙧𝙖𝙥, 𝙩𝙚𝙧𝙨𝙚𝙣𝙮𝙪𝙢 𝙢𝙚𝙣𝙖𝙩𝙖𝙥 𝙬𝙖𝙟𝙖𝙝 𝙞𝙗𝙪𝙣𝙮𝙖, 𝙢𝙚𝙣𝙜𝙤𝙘𝙚𝙝 𝙨𝙖𝙢𝙗𝙞𝙡 𝙠𝙖𝙠𝙞𝙣𝙮𝙖 𝙣𝙚𝙣𝙙𝙖𝙣𝙜 𝙣𝙚𝙣𝙙𝙖𝙣𝙜. 

𝙉𝙖𝙢𝙪𝙣 𝙩𝙖𝙠𝙙𝙞𝙧 𝙗𝙚𝙧𝙠𝙖𝙩𝙖 𝙡𝙖𝙞𝙣. 𝙋𝙪𝙡𝙖𝙣𝙜 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙨𝙚𝙝𝙖𝙧𝙪𝙨𝙣𝙮𝙖 𝙢𝙚𝙣𝙟𝙖𝙙𝙞 𝙢𝙤𝙢𝙚𝙣 𝙗𝙚𝙧𝙨𝙖𝙩𝙪 𝙠𝙚𝙢𝙗𝙖𝙡𝙞 𝙙𝙚𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙗𝙪𝙖𝙝 𝙝𝙖𝙩𝙞, 𝙟𝙪𝙨𝙩𝙧𝙪 𝙢𝙚𝙣𝙟𝙖𝙙𝙞 𝙥𝙚𝙧𝙥𝙞𝙨𝙖𝙝𝙖𝙣 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙩𝙖𝙠 𝙩𝙚𝙧𝙙𝙪𝙜𝙖. 𝙎𝙖𝙣𝙜 𝙞𝙗𝙪 𝙢𝙚𝙣𝙟𝙖𝙙𝙞 𝙨𝙖𝙡𝙖𝙝 𝙨𝙖𝙩𝙪 𝙠𝙤𝙧𝙗𝙖𝙣 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙩𝙖𝙠 𝙨𝙚𝙡𝙖𝙢𝙖𝙩. 𝙃𝙖𝙧𝙞 𝙥𝙚𝙧𝙩𝙖𝙢𝙖 𝙠𝙚𝙧𝙟𝙖 𝙨𝙚𝙩𝙚𝙡𝙖𝙝 𝙘𝙪𝙩𝙞 𝙢𝙚𝙡𝙖𝙝𝙞𝙧𝙠𝙖𝙣, 𝙝𝙖𝙧𝙞 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙨𝙚𝙝𝙖𝙧𝙪𝙨𝙣𝙮𝙖 𝙥𝙚𝙣𝙪𝙝 𝙝𝙖𝙧𝙖𝙥𝙖𝙣 𝙢𝙚𝙣𝙟𝙖𝙙𝙞 𝙝𝙖𝙧𝙞 𝙩𝙚𝙧𝙖𝙠𝙝𝙞𝙧𝙣𝙮𝙖 𝙢𝙚𝙣𝙟𝙖𝙡𝙖𝙣𝙞 𝙝𝙞𝙙𝙪𝙥.

𝙆𝙞𝙨𝙖𝙝 𝙞𝙣𝙞 𝙩𝙚𝙧𝙨𝙚𝙗𝙖𝙧 𝙨𝙚𝙩𝙚𝙡𝙖𝙝 Berita Tabrakan Kereta Api 𝙢𝙚𝙣𝙜𝙪𝙣𝙜𝙜𝙖𝙝 𝙘𝙪𝙧𝙖𝙝𝙖𝙣 𝙝𝙖𝙩𝙞 𝙨𝙚𝙤𝙧𝙖𝙣𝙜 𝙖𝙙𝙞𝙠 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙠𝙚𝙝𝙞𝙡𝙖𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙠𝙖𝙠𝙖𝙠𝙣𝙮𝙖. "𝙏𝙚𝙩𝙚𝙝 𝙖𝙠𝙪 𝙢𝙚𝙣𝙞𝙣𝙜𝙜𝙖𝙡 𝙙𝙪𝙣𝙞𝙖 𝙙𝙞 𝙝𝙖𝙧𝙞 𝙥𝙚𝙧𝙩𝙖𝙢𝙖 𝙠𝙚𝙧𝙟𝙖 𝙨𝙚𝙩𝙚𝙡𝙖𝙝 𝙘𝙪𝙩𝙞 𝙢𝙚𝙡𝙖𝙝𝙞𝙧𝙠𝙖𝙣 𝙩𝙞𝙜𝙖 𝙗𝙪𝙡𝙖𝙣," 𝙩𝙪𝙡𝙞𝙨𝙣𝙮𝙖, 𝙙𝙚𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙟𝙖𝙧𝙞-𝙟𝙖𝙧𝙞 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙢𝙪𝙣𝙜𝙠𝙞𝙣 𝙢𝙚𝙣𝙜𝙚𝙩𝙞𝙠 𝙨𝙖𝙢𝙗𝙞𝙡 𝙩𝙚𝙧𝙞𝙨𝙖𝙠. 𝙆𝙖𝙡𝙞𝙢𝙖𝙩 𝙞𝙩𝙪 𝙘𝙪𝙠𝙪𝙥 𝙪𝙣𝙩𝙪𝙠 𝙢𝙚𝙢𝙗𝙪𝙖𝙩 𝙨𝙞𝙖𝙥𝙖 𝙥𝙪𝙣 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙢𝙚𝙢𝙗𝙖𝙘𝙖𝙣𝙮𝙖 𝙞𝙠𝙪𝙩 𝙩𝙚𝙧𝙙𝙞𝙖𝙢, 𝙞𝙠𝙪𝙩 𝙢𝙚𝙣𝙖𝙝𝙖𝙣 𝙣𝙖𝙥𝙖𝙨, 𝙞𝙠𝙪𝙩 𝙢𝙚𝙣𝙞𝙩𝙞𝙠𝙠𝙖𝙣 𝙖𝙞𝙧 𝙢𝙖𝙩𝙖.

𝘿𝙞𝙧𝙚𝙠𝙩𝙪𝙧 𝙍𝙎𝙐𝘿 𝘼𝙧𝙞𝙛𝙞𝙣 𝘼𝙘𝙝𝙢𝙖𝙙, 𝙙𝙧𝙜 𝙔𝙪𝙨𝙞 𝙋𝙧𝙖𝙨𝙩𝙞𝙣𝙞𝙣𝙜𝙨𝙞𝙝, 𝙙𝙚𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙨𝙪𝙖𝙧𝙖 𝙗𝙚𝙧𝙜𝙚𝙩𝙖𝙧 𝙢𝙚𝙣𝙜𝙪𝙣𝙜𝙠𝙖𝙥𝙠𝙖𝙣 𝙗𝙖𝙝𝙬𝙖 𝙜𝙚𝙧𝙗𝙤𝙣𝙜 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙢𝙚𝙣𝙟𝙖𝙙𝙞 𝙡𝙤𝙠𝙖𝙨𝙞 𝙩𝙚𝙧𝙥𝙖𝙧𝙖𝙝 𝙙𝙖𝙡𝙖𝙢 𝙠𝙚𝙘𝙚𝙡𝙖𝙠𝙖𝙖𝙣 𝙞𝙩𝙪 𝙨𝙚𝙗𝙖𝙜𝙞𝙖𝙣 𝙗𝙚𝙨𝙖𝙧 𝙙𝙞𝙞𝙨𝙞 𝙤𝙡𝙚𝙝 𝙞𝙗𝙪-𝙞𝙗𝙪 𝙥𝙚𝙠𝙚𝙧𝙟𝙖. "𝙈𝙚𝙧𝙚𝙠𝙖 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙖𝙙𝙖 𝙙𝙞 𝙜𝙚𝙧𝙗𝙤𝙣𝙜 𝙩𝙖𝙙𝙞 𝙢𝙖𝙡𝙖𝙢… 𝙗𝙖𝙧𝙪 𝙢𝙖𝙨𝙪𝙠 𝙠𝙚𝙧𝙟𝙖 𝙡𝙖𝙜𝙞 𝙨𝙚𝙩𝙚𝙡𝙖𝙝 𝙘𝙪𝙩𝙞 𝙢𝙚𝙡𝙖𝙝𝙞𝙧𝙠𝙖𝙣. 𝙈𝙚𝙢𝙗𝙖𝙬𝙖 𝙡𝙚𝙡𝙖𝙝, 𝙢𝙚𝙢𝙗𝙖𝙬𝙖 𝙝𝙖𝙧𝙖𝙥𝙖𝙣, 𝙢𝙚𝙢𝙗𝙖𝙬𝙖 𝙧𝙞𝙣𝙙𝙪 𝙖𝙣𝙖𝙠 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙢𝙚𝙣𝙪𝙣𝙜𝙜𝙪 𝙙𝙞 𝙧𝙪𝙢𝙖𝙝," 𝙪𝙟𝙖𝙧𝙣𝙮𝙖.

𝘼𝙙𝙖 𝙨𝙚𝙗𝙪𝙖𝙝 𝙙𝙚𝙩𝙖𝙞𝙡 𝙠𝙚𝙘𝙞𝙡 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙢𝙚𝙢𝙗𝙪𝙖𝙩 𝙘𝙚𝙧𝙞𝙩𝙖 𝙞𝙣𝙞 𝙨𝙚𝙢𝙖𝙠𝙞𝙣 𝙢𝙚𝙣𝙜𝙝𝙖𝙧𝙪 𝙗𝙞𝙧𝙪. 𝘿𝙞 𝙨𝙖𝙢𝙥𝙞𝙣𝙜 𝙗𝙖𝙧𝙖𝙣𝙜-𝙗𝙖𝙧𝙖𝙣𝙜 𝙠𝙤𝙧𝙗𝙖𝙣 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙩𝙚𝙧𝙠𝙪𝙢𝙥𝙪𝙡 𝙙𝙞 𝙡𝙖𝙮𝙖𝙣𝙖𝙣 𝙡𝙤𝙨𝙩 𝙖𝙣𝙙 𝙛𝙤𝙪𝙣𝙙 𝙆𝘼𝙄, 𝙙𝙞𝙩𝙚𝙢𝙪𝙠𝙖𝙣 𝙨𝙚𝙗𝙪𝙖𝙝 𝙩𝙖𝙨 𝙥𝙚𝙣𝙙𝙞𝙣𝙜𝙞𝙣 (𝙘𝙤𝙤𝙡𝙚𝙧 𝙗𝙖𝙜) 𝙠𝙝𝙪𝙨𝙪𝙨 𝘼𝙞𝙧 𝙎𝙪𝙨𝙪 𝙄𝙗𝙪 (𝘼𝙎𝙄) 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙙𝙞𝙙𝙪𝙜𝙖 𝙢𝙞𝙡𝙞𝙠 𝙨𝙚𝙤𝙧𝙖𝙣𝙜 𝙗𝙪𝙨𝙪𝙞 (𝙞𝙗𝙪 𝙢𝙚𝙣𝙮𝙪𝙨𝙪𝙞) 𝙠𝙤𝙧𝙗𝙖𝙣 𝙠𝙚𝙘𝙚𝙡𝙖𝙠𝙖𝙖𝙣. 𝘿𝙞 𝙩𝙚𝙢𝙥𝙖𝙩 𝙠𝙚𝙟𝙖𝙙𝙞𝙖𝙣 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙢𝙚𝙣𝙘𝙚𝙠𝙖𝙢 𝙞𝙩𝙪, 𝙙𝙞𝙩𝙚𝙢𝙪𝙠𝙖𝙣 𝙥𝙪𝙡𝙖 𝙥𝙚𝙧𝙡𝙚𝙣𝙜𝙠𝙖𝙥𝙖𝙣 𝙗𝙖𝙮𝙞, 𝙨𝙚𝙥𝙚𝙧𝙩𝙞 𝙗𝙤𝙩𝙤𝙡 𝙨𝙪𝙨𝙪 𝙙𝙖𝙣 𝙨𝙚𝙡𝙞𝙢𝙪𝙩 𝙢𝙪𝙣𝙜𝙞𝙡. 𝘽𝙖𝙧𝙖𝙣𝙜-𝙗𝙖𝙧𝙖𝙣𝙜 𝙞𝙣𝙞 𝙢𝙚𝙣𝙟𝙖𝙙𝙞 𝙨𝙖𝙠𝙨𝙞 𝙗𝙞𝙨𝙪 𝙗𝙖𝙝𝙬𝙖 𝙙𝙞 𝙖𝙣𝙩𝙖𝙧𝙖 𝙥𝙖𝙧𝙖 𝙥𝙚𝙣𝙪𝙢𝙥𝙖𝙣𝙜, 𝙖𝙙𝙖 𝙥𝙖𝙧𝙖 𝙞𝙗𝙪 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙨𝙚𝙩𝙞𝙖𝙥 𝙝𝙖𝙧𝙞𝙣𝙮𝙖 𝙗𝙚𝙧𝙟𝙪𝙖𝙣𝙜 𝙢𝙚𝙣𝙮𝙞𝙖𝙨𝙖𝙩𝙞 𝙬𝙖𝙠𝙩𝙪 𝙖𝙣𝙩𝙖𝙧𝙖 𝙢𝙚𝙢𝙚𝙧𝙖𝙝 𝘼𝙎𝙄 𝙪𝙣𝙩𝙪𝙠 𝙗𝙪𝙖𝙝 𝙝𝙖𝙩𝙞, 𝙗𝙚𝙠𝙚𝙧𝙟𝙖, 𝙙𝙖𝙣 𝙥𝙪𝙡𝙖𝙣𝙜.... 𝙨𝙚𝙗𝙚𝙡𝙪𝙢 𝙖𝙠𝙝𝙞𝙧𝙣𝙮𝙖 𝙩𝙖𝙠 𝙨𝙚𝙢𝙥𝙖𝙩 𝙨𝙖𝙢𝙥𝙖𝙞.

𝘿𝙖𝙣 𝙙𝙞 𝙖𝙣𝙩𝙖𝙧𝙖 𝙥𝙪𝙞𝙣𝙜-𝙥𝙪𝙞𝙣𝙜 𝙠𝙚𝙧𝙚𝙩𝙖 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙧𝙞𝙣𝙜𝙨𝙚𝙠, 𝘼𝙙𝙖 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙢𝙚𝙣𝙜𝙖𝙩𝙖𝙠𝙖𝙣 𝙗𝙖𝙝𝙬𝙖 𝙙𝙞 𝙗𝙖𝙡𝙞𝙠 𝙨𝙚𝙩𝙞𝙖𝙥 𝙠𝙚𝙥𝙚𝙧𝙜𝙞𝙖𝙣, 𝙖𝙙𝙖 𝙘𝙞𝙣𝙩𝙖 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙩𝙖𝙠 𝙨𝙚𝙡𝙚𝙨𝙖𝙞. 𝘿𝙞 𝙨𝙞𝙣𝙞𝙡𝙖𝙝, 𝙙𝙞 𝙨𝙩𝙖𝙨𝙞𝙪𝙣 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙗𝙚𝙧𝙪𝙗𝙖𝙝 𝙢𝙚𝙣𝙟𝙖𝙙𝙞 𝙙𝙪𝙠𝙖, 𝙘𝙞𝙣𝙩𝙖 𝙨𝙚𝙤𝙧𝙖𝙣𝙜 𝙞𝙗𝙪 𝙥𝙖𝙙𝙖 𝙖𝙣𝙖𝙠𝙣𝙮𝙖 𝙩𝙚𝙧𝙥𝙖𝙠𝙨𝙖 𝙥𝙪𝙩𝙪𝙨 𝙙𝙞 𝙩𝙚𝙣𝙜𝙖𝙝 𝙟𝙖𝙡𝙖𝙣. 𝙏𝙖𝙠 𝙖𝙙𝙖 𝙥𝙚𝙡𝙪𝙠𝙖𝙣 𝙨𝙚𝙡𝙖𝙢𝙖𝙩 𝙩𝙞𝙣𝙜𝙜𝙖𝙡. 𝙏𝙖𝙠 𝙖𝙙𝙖 𝙠𝙚𝙘𝙪𝙥𝙖𝙣 𝙨𝙚𝙗𝙚𝙡𝙪𝙢 𝙩𝙞𝙙𝙪𝙧. 𝙔𝙖𝙣𝙜 𝙩𝙚𝙧𝙨𝙞𝙨𝙖 𝙝𝙖𝙣𝙮𝙖 𝙩𝙖𝙨 𝙥𝙚𝙣𝙙𝙞𝙣𝙜𝙞𝙣 𝘼𝙎𝙄 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙙𝙞𝙣𝙜𝙞𝙣, 𝙙𝙖𝙣 𝙨𝙚𝙗𝙤𝙩𝙤𝙡 𝙨𝙪𝙨𝙪 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙩𝙖𝙠 𝙨𝙚𝙢𝙥𝙖𝙩 𝙙𝙞𝙝𝙖𝙣𝙜𝙖𝙩𝙠𝙖𝙣.

𝙎𝙚𝙢𝙤𝙜𝙖 𝙥𝙖𝙧𝙖 𝙞𝙗𝙪 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙜𝙪𝙜𝙪𝙧 𝙙𝙖𝙡𝙖𝙢 𝙠𝙚𝙘𝙚𝙡𝙖𝙠𝙖𝙖𝙣 𝙞𝙣𝙞 𝙢𝙚𝙣𝙙𝙖𝙥𝙖𝙩 𝙩𝙚𝙢𝙥𝙖𝙩 𝙩𝙚𝙧𝙗𝙖𝙞𝙠 𝙙𝙞 𝙨𝙞𝙨𝙞-𝙉𝙮𝙖. 𝘿𝙖𝙣 𝙨𝙚𝙢𝙤𝙜𝙖 𝙖𝙣𝙖𝙠-𝙖𝙣𝙖𝙠 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙙𝙞𝙩𝙞𝙣𝙜𝙜𝙖𝙡𝙠𝙖𝙣 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙢𝙖𝙨𝙞𝙝 𝙩𝙚𝙧𝙡𝙖𝙡𝙪 𝙠𝙚𝙘𝙞𝙡 𝙪𝙣𝙩𝙪𝙠 𝙢𝙚𝙣𝙜𝙚𝙧𝙩𝙞 𝙖𝙧𝙩𝙞 𝙠𝙚𝙝𝙞𝙡𝙖𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙩𝙚𝙩𝙖𝙥 𝙙𝙞𝙟𝙖𝙜𝙖, 𝙩𝙚𝙩𝙖𝙥 𝙙𝙞𝙘𝙪𝙠𝙪𝙥𝙞 𝙧𝙖𝙨𝙖 𝙧𝙞𝙣𝙙𝙪𝙣𝙮𝙖 𝙤𝙡𝙚𝙝 𝙤𝙧𝙖𝙣𝙜-𝙤𝙧𝙖𝙣𝙜 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙢𝙖𝙨𝙞𝙝 𝙖𝙙𝙖.

𝙎𝙚𝙡𝙖𝙢𝙖𝙩 𝙟𝙖𝙡𝙖𝙣, 𝙥𝙖𝙧𝙖 𝙥𝙚𝙟𝙪𝙖𝙣𝙜 𝙠𝙚𝙘𝙞𝙡 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙗𝙚𝙧𝙖𝙣𝙜𝙠𝙖𝙩 𝙙𝙚𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙝𝙖𝙧𝙖𝙥𝙖𝙣 . 😭😭🙏 (an)

#𝙆𝘼𝙄 

#𝙏𝙖𝙗𝙧𝙖𝙠𝙖𝙣𝙆𝙚𝙧𝙚𝙩𝙖 

#𝙆𝙍𝙇

Share:

27 Maret 2026

PENGELOLAAN MBG DIDUGA SARAT KKN, SEBAIKNYA DIALIH-FUNGSIKAN PADA PENDIDIKAN GRATIS SEKOLAH NEGERI dan SWASTA SAMPAI PERGURUAN TINGGI

SumutJaya.com, Medan. 27 Maret 2026 – Program andalan Presiden Prabowo Subianto Makanan Bergizi Gratis (MBG) terancam gagal  akibat pengaruh sumber pendanaan, pengelolaan yang tidak profesional dan diduga sarat korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) yang merajalela sehingga kualitas yang disajikan tidak sesuai dengan yang diharapkan, tegas Assoc. Prof. Dr. Ali Yusran Gea, SH, MKn, MH, selaku Ketua Umum DPP Perubahan untuk Indonesia Raya (PURBAYA) Indonesia di Medan, Jumat (27/3).

"Niat baik Presiden RI Prabowo melahirkan program MBG sungguh mulia, namun akibat sturuktur dan infrastruktur yang kurang profesional, transparan dan akuntabel sehingga program MBG ini diduga dijadikan pintu  KKN, tegas Assoc.Prof.Dr.Ali Yusran Gea.

Data mencengangkan: anggaran MBG harian maksimal Rp1,2 triliun untuk 82,9 juta penerima, diduga "dicangkok" dari APBN bidang pendidikan—tindakan ini melanggar amanat konstitusi dan cita bangsa untuk mencerdaskan bangsa. Di tengah defisit negara akibat gejolak global, program ini semakin bebani keuangan negara, apalagi harga minyak dunia berpotensi melonjak.

"Lebih baik stop MBG, evaluasi total! Alihkan dana ke pendidikan gratis negeri-swasta sampai ke perguruan tinggi, sebab dengan pendidikan gratis maka tujuan pemerintah untuk mencerdaskan anak bangsa akan tercapai," usul Ketua Umum DPP PURBAYA INDONESIA dengan tegas. Ia juga kritik pendidikan daring pasca-pandemi yang "mundurkan kualitas belajar siswa-mahasiswa". "Kembali tatap muka penuh, jangan ulang kesalahan!"

Pernyataan pedas ini keluar saat MBG bergulir nasional dengan anggaran triliunan. Pemerintah belum memberi respons resmi. (Red)

Share:

19 Maret 2026

KETUM DPP PURBAYA INDONESIA MENGAJAK RAKYAT PADA PEMILU 2029, PILIH PEMIMPIN TANGGUH MENGUTAMAKAN KEPENTINGAN BANGSA DAN NEGARA KEDEPAN

"Waspada dalam Memilih Kedepannya, Pilihlah Pemimpin Tidak Pendusta, Tidak Oportunis dan Tidak Dzolim"

SumutJaya.com, Medan. 19 Maret 2026. – Ketua Umum DPP Purbaya Indonesia, Assoc.Prof. Dr. Ali Yusran Gea, SH, MKn, MH, menyerukan revolusi kesadaran nasional jelang Pemilu 2029. "Waspada dalam memilih, Pilihlah pemimpin tangguh yang tidak pendusta, tidak oportunis, dan tidak dzolim.

Seperti pemimpin yang nasionalis, tegas dari kalangan TNI kedepannya, selain itu ada juga sosok yang pantas dari kalangan Pengusaha yang bijaksana dan tegas mengutamakan dari kalangan pengusaha yang amanah, bijaksana dan bertangan dingin demi kepentingan bangsa dan negara di atas segalanya," tegasnya saat berbicara pada wartawan di Medan, Kamis (19/3-2026).

Dalam suhu geopolitik global yang memanas mengundang dunia internasional dalam perebutan sumber daya alam, geografi dan politik yang tidak menentu, membuat keretakkan hubungan internasional antar negara dan badai perang dunia—Assoc.Prof.Dr.Ali Yusran Gea mengkritik krisis hegemoni politik dalam negeri yang menguasai kekuasaan secara monopoli (oligarki) dan atau didominasi kelompok kelompok partai tertentu hingga kondisi domestik NKRI yang diduga "babak belur". 

"Apalagi rumah tangga sendiri belum rapi: pengawasan eksekutif-legislatif masih tumpang tindih, politik seperti ayunan tanpa arah, sosiopolitik terbuang untuk premanisme. KKN merajalela, hukum direkayasa penguasa, pengangguran melonjak, kesejahteraan rakyat diabaikan, biaya pendidikan melambung, guru-dosen terpinggirkan, isu HAM membara seperti kasus aktivis Kontras yang disiram cuka, serta demokrasi teramputasi," sindirnya.

Menyoroti pertahanan nasional yang lemah dan kehidupan rakyat yang tidak berkepastian, ia menekankan: "Fungsi Legislatif sulit dibedakan dengan fungsi eksekutif karena pemerintahannya kolutif. Bangkitkan idealisme! Pilih pemimpin dari garis depan TNI yang tangguh dan bijaksana untuk reformasi sejati, agar tak potong jalan perjuangan demokrasi panjang.

"Sebagai ormas reformis, DPP Purbaya Indonesia terus mendorong kepemimpinan pro-rakyat demi kesejahteraan nasional, menghindari jebakan hegemoni geopolitik global yang mengancam kedaulatan. (Red/Tim)

Share:

10 Maret 2026

KETUM DPP PURBAYA INDONESIA, Assoc Prof.Dr.Ali Yusran Gea : Presiden Prabowo Subianto FOKUSKAN PROGRAM KESEJAHTERAAN RAKYAT & HENTIKAN PROGRAM MBG DIDUGA PROYEK BERPOTENSI KKN

NIAT PEMERINTAH NAIKKAN HARGA MINYAK SUBSIDI MENAMBAH PENDERITAAN RAKYAT

SumutJaya.com, Jakarta. – 11 Maret 2026Ketua Umum DPP PURBAYA INDONESIA, Assoc. Prof. Dr. Ali Yusran Gea,SH.,MKn.,MH mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk memprioritaskan program kesejahteraan rakyat sesuai amanat konstitusi, sambil menghentikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diduga menjadi proyek berpotensi korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN). Pernyataan ini disampaikan di tengah rencana pemerintah naikkan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi, yang dinilai justru memperburuk penderitaan masyarakat.

"Berdasarkan perintah konstitusi, Presiden wajib fokus pada program kesejahteraan rakyat, yang merupakan cita-cita bangsa sebagaimana termaktub dalam alinea ke-IV Pembukaan UUD 1945," tegas Ali Yusran Gea dalam keterangannya kepada wartawan di Jakarta, Rabu (11/3/2026). Ia menolak alasan defisit keuangan negara sebagai pembenaran untuk menaikkan harga BBM subsidi, yang disebutnya bakal menambah beban ekonomi rakyat kecil.

Assoc.Prof.Dr Ali Yusran Gea menyerukan Presiden Prabowo untuk mengurangi retorika diplomasi dan langsung bertindak konkret. "Hentikan program tak bermanfaat seperti MBG yang diduga berpotensi  KKN. Lebih baik alokasikan dana itu langsung sebagai modal UMKM dan pendidikan gratis menyeluruh," ujarnya. Ia juga mendesak perampingan birokrasi, seperti pembubaran Kementerian HAM, Kementerian Haji, serta institusi non-departemen yang dinilai tak esensial.

Lebih lanjut, Ketua Umum PURBAYA INDONESIA ini memperingatkan pemerintah agar menjauhi program bersifat politis yang berbau kampanye politik 2029 atau politik balas jasa. "Tegakkan hukum secara tegas. Bersihkan pimpinan institusi hukum dan aparat yang menjatuhkan wibawa peradilan," tambahnya.

Kritik ini mengemuka saat pemerintah pusat bergulat dengan kegoncangan keuangan negara. Rencana kenaikan harga BBM subsidi dikhawatirkan memicu inflasi dan protes massal, mirip kasus 2022. Hingga berita ini diturunkan, pihak Istana Kepresidenan belum memberikan tanggapan resmi. (Red)

Share:

06 Maret 2026

KETUM DPP PURBAYA INDONESIA, Assoc.Prof.Dr.Ali Yusran Gea :Presiden Prabowo Subianto Lebih Baik Bersikap Politik Mundur Dari BOP dan Urungkan Niat Jadi Mediasi Iran versus Amerika - Israel

SumutJaya.com Medan. 06 Maret 2026 – Ketua Umum DPP PURBAYA Indonesia, Assoc.Prof.Dr. Ali Yusran Gea, mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk mengambil sikap politik mundur dari keanggotaan Bord Of Peace (BOP) dan membatalkan niat mediasi konflik Iran melawan Amerika Serikat serta Israel. Pernyataan tegas ini disampaikan di tengah kekhawatiran atas implikasi geopolitik yang berpotensi merugikan kepentingan nasional Indonesia.

Menurut Assoc.Prof.Dr Ali Yusran Gea, langkah mundur dari BOP menjadi krusial karena Amerika telah melanggar visi dan misi BOP dan norma hukum internasional. "Amerika dan Israel merupakan sumber utama kejahatan kemanusiaan serta pelanggaran hak asasi manusia di dunia," tegasnya, menyoroti perbedaan mendasar budaya politik. Ia menekankan bahwa politik luar negeri Indonesia berlandaskan Pancasila sebagai nilai kepribadian bangsa yang kolektif dan humanis, sementara Amerika-Israel cenderung individualistik dan bertentangan dengan identitas nasional kita.

Alasan mendesak lainnya mencakup kesenjangan kekuatan teknologi serta pertahanan militer Indonesia yang masih jauh tertinggal dibandingkan Iran, Amerika, maupun Israel. Selain itu, keterlibatan dalam mediasi berisiko mengganggu hubungan perdagangan dunia yang sudah rapuh. Di dalam negeri, stabilitas politik Indonesia belum kondusif akibat isu korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN), skandal MBG, penegakan hukum yang lemah, serta konflik sosial yang kian memanas.

"Kami sangat berharap Presiden Prabowo tidak salah langkah dalam menjalankan politik luar negeri. Jangan sampai keputusan ini menjadi bencana bagi kehidupan bangsa," ujar Dr.Ali Yusran Gea. PURBAYA Indonesia menilai, prioritas utama saat ini adalah memperkuat fondasi domestik sebelum terjun ke arena konflik global yang kompleks.

Pernyataan ini menambah dinamika diskusi politik nasional pasca-pemilu, di mana kebijakan luar negeri Presiden Prabowo terus menjadi sorotan publik dan elite politik. (Red)

Share:

03 Maret 2026

Assoc.Prof.Dr. Ali Yusran Gea: Pemekaran Daerah Gagal Total, Salah Seorang Bupati dari Nias Sujud Minta Anggaran Pusat Jadi Bukti SDM Lemah dan Ketergantungan Anggaran

PEMEKARAN PROVINSI BUKAN ALAT & MENJAMIN KESEJAHTERAAN, TERMASUK RENCANA PEMEKARAN KEPULAUAN NIAS & UMUMNYA PEMEKARAN DAERAH GAGAL

SumutJaya.com, Medan  04 Maret 2026. – Pakar Hukum Perundang-undangan sekaligus Ketua Umum PP-HCMNI, Assoc.Prof.Dr. Ali Yusran Gea.,SH.,MKn.,MH (biasa disapa Dr. Gea), menyatakan kekecewaan mendalam atas sikap salah seorang bupati dari Nias yang viral di media sosial karena sujud memohon anggaran kepada pemerintah pusat. Menurutnya, tindakan tersebut sangat memalukan dan merendahkan marwah serta martabat pemerintah daerah.

"Inilah bukti nyata lemahnya sumber daya manusia (SDM) pemimpin daerah yang gagal memahami filosofi, konsep, dan tujuan otonomi daerah," tegas Dr.Gea dalam keterangannya di Medan, Rabu (4/3/2026). Ia menekankan bahwa pemekaran daerah, termasuk rencana pemekaran Provinsi Kepulauan Nias, bukanlah jaminan kesejahteraan masyarakat. Sebagian besar daerah hasil pemekaran justru masih bergantung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) serta tertinggal secara ekonomi.

Dr. Gea mendesak pemerintah pusat melakukan evaluasi total terhadap pemekaran kabupaten/kota yang ketergantungan anggaran pusat. "Pemimpin daerah yang tidak mengamalkan ruh otonomi daerah menyebabkan potensi lokal tidak tergali secara optimal, sebagaimana diamanatkan pada Undang-Undang No. 23 Tahun 2026 tentang Pemerintahan Daerah," ujarnya.

Ia menambahkan, pemekaran daerah pada umumnya gagal mencapai tujuannya karena SDM pemimpin yang lemah. "Pemerintah pusat harus mengevaluasi ulang seluruh daerah otonom yang masih miskin mandiri, agar otonomi benar-benar menjadi alat pemberdayaan, bukan ketergantungan," pungkas Assoc.Prof.Dr. Ali Yusran Gea. (Rl/Red)

Share:

24 Februari 2026

Ketum DPP Purbaya Indonesia, Assoc.Prof.DR Ali Yusran Gea: Desak Presiden RI Prabowo Subianto Bubarkan Kementerian HAM dan Satukan Kembali menjadi Kementerian Hukum & HAM.

SumutJaya.com, Medan. 25 Februari 2026 – Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Purbaya Indonesia, Assoc.Prof.DR. Ali Yusran Gea, SH., MKn., MH, menyerukan pembubaran Kementerian Hak Asasi Manusia (HAM) dan Disatukan pada Kementerian Hukum & HAM karena selama ini kementerian yang sudah otonom itu dianggap gagal melindungi rakyat berdasarkan prinsip kemanusiaan yang adil dan beradab. Pernyataan tegas ini disampaikannya saat ditemui wartawan di Medan pada hari Rabu (25/2).

Menurut Assoc.Prof.DR Ali Yusran Gea, ada dua alasan utama pembubaran kementerian tersebut. Pertama, penghematan anggaran negara di tengah tantangan ekonomi pasca-pemilu. Kedua, Kementerian HAM hingga kini belum memiliki program kerja konkret yang berdampak nyata. "Pelanggaran HAM di Indonesia justru semakin meningkat, terutama dalam penegakan hukum. Sayangnya, menteri terkait justru tutup mulut, ini sikap yang ngawur dan tak bertanggung jawab," tegas Assoc.Prof.DR.Ali Yusran Gea.

Ia menyoroti maraknya kejahatan yang merajalela, baik akibat ulah perorangan maupun kelalaian penyelenggara negara. "Kementerian HAM jelas tak menjunjung prinsip kemanusiaan yang adil dan beradab. Sumber daya alam pun berpihak pada mafia kelas kakap, sementara rakyat kecil dibiarkan terpinggirkan," tambahnya.

Assoc.Prof.DR.Ali Yusran Gea juga mengkritik pernyataan kontroversial Menteri HAM yang menyatakan bahwa penolakan terhadap Makanan Bergizi Gratis  (MBG) dan Koperasi Merah Putih sama dengan pelanggaran HAM. "Pendapat seperti ini justru melemahkan kredibilitas Kementerian HAM dan menunjukkan ketidakpahaman mendalam terhadap hak asasi manusia yang sejati," ujarnya.

Assoc.Prof.DR Ali Yusran Gea meminta kepada Presiden RI Prabowo Subianto untuk menyatukan kembali Kementerian Hukum dan HAM RI seperti tahun 2004 terakhir yang lalu. Alasan Pengembalian nama Menteri Hukum dan HAM telah menjadi standar historis dan kelengkapan yang mencakup pengelolaan perundang-undangan, peradilan, dan perlindungan HAM secara terintegrasi.

Lebih efisien secara administratif, menghindari duplikasi fungsi, dan selaras dengan penghematan anggaran. 

Selain itu juga kata Assoc.Prof.Dr.Ali Yusran Gea, nama Kementerian Hukum dan HAM dapat memperkuat citra pemerintahan yang tegas terhadap penegakan Hukum sekaligus kemanusiaan yang adil dan beradab, tanpa kesan "tutup mulut" terhadap pelanggaran HAM.

Sebagai organisasi kemasyarakatan yang fokus pada isu sosial dan kemanusiaan, Purbaya Indonesia menilai pembubaran Kementerian HAM akan lebih efisien dengan mengintegrasikan tugasnya ke kementerian lain yang lebih kompeten. "Presiden Prabowo harus bertindak tegas untuk reformasi birokrasi demi kepentingan rakyat," pungkas Assoc.Prof.DR. Ali Yusran Gea.

Purbaya Indonesia sendiri merupakan ormas nasional yang aktif dalam advokasi hak rakyat dan pengawasan pemerintahan. Hingga berita ini diturunkan, belum ada respons resmi dari Kementerian HAM terkait desakan atas pemberitaan  ini. (*)

■Fajar

Share:

16 Februari 2026

Assoc.Prof.DR.Ali Yusran Gea Desak Presiden RI Batalkan BoP: Rp17 Triliun Diduga Jebakan Trump-Israel, Lebih Baik untuk Anak Bangsa Bukan melegitimasi Agenda politik Trump-Israel.

SumutJaya.com, Medan. 17 Februari 2026 – Ketua Umum DPP Purbaya Indonesia, Assoc.Prof.DR. Ali Yusran Gea, SH., MKn., MH.,  mendesak dan meminta keras agar Presiden RI Prabowo Subianto segera batalkan keterlibatan dalam Board of Peace (BoP) – inisiatif kontroversial Presiden AS Donald Trump yang diduga menjerat Indonesia hibahkan USD1 miliar atau Rp17 triliun dari APBN. "Kenapa uang rakyat segede itu diserahkan ke lembaga internasional misterius? Lebih baik untuk pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan anak bangsa yang sangat diperlukan sekarang ini!,"  tegas Assoc.Prof.DR.Ali Yusran Gea dalam pernyataan resminya pada wartawan di Medan, Selasa (17/2).

Serangan balik Ali Yusran Gea ke BoP sebagai dugaan "jebakan politik-finansial mematikan" langsung mengarah ke motif tersembunyi Trump-Israel: legitimasi penguasaan Gaza pasca-konflik. "Ini bukan perdamaian, tapi pengakuan atas pelanggaran HAM Israel! Biaya fantastis itu cuma umpan untuk kendalikan kedaulatan kita, sementara rakyat kita kelaparan," tegas sang pakar hukum, menyoroti risiko Indonesia jadi pion agenda Barat.

Kritiknya tak berhenti di situ: BoP diduga tidak adil karena abaikan tuntutan keadilan atas genosida Gaza, justru perpanjang impunitas Israel. "Dewan perdamaian ala Trump ini hipokrit – janji rekonstruksi Rp84 triliun, tapi siapa yang untung? Bukan Palestina, tapi kepentingan AS-Israel!" seru Ali Yusran Gea, selaras Amnesty International Indonesia yang waspadai Indonesia "membebek" ikut arus Trump ketimbang bela kemanusiaan mandiri.

Sebagai figur senior hukum, politik dan aktivis Sumut, Assoc.Prof.DR. Ali Yusran Gea mengajak DPR, MUI, hingga rakyat kecil kawal APBN dari jebakan geopolitik. "Prioritaskan cita hukum & cita bangsa sebagaimana diamanatkan dalam konstitusi UUD 1945 dan kepentingan  anak bangsa, bukan tekanan eksternal!" pungkasnya. Pemerintah RI hingga kini bungkam, tapi pertemuan BoP di Washington tanggal 19 Februari 2026 semakin dekat – ujian diplomasi terberat bagi kita Rakyat Indonesia. (Red)

Share:

06 Februari 2026

Himbauan Ketum Purbaya Indonesia: Tetap Semangat Rebut Kekuasaan di Rakernas, Ubah Wajah Bangsa!

SumutJaya.com, Medan. 6 Februari 2026 – Ketua Umum DPP Purbaya Indonesia, (Assoc) Prof. Dr. Ali Yusran Gea, S.H., M.Kn., M.H., mengharapkan seluruh kader dan pengurus partai tetap bersemangat menghadapi Rakernas Purbaya Indonesia  mendatang sebagai momentum strategis merebut kekuasaan demi perubahan bangsa.

Dalam himbauan yang disampaikan dari Medan hari ini, (Assoc) Prof.DR.Ali Yusran Gea menekankan pentingnya persatuan dan fokus di tengah tantangan politik yang kian berat. "Rakernas Purbaya Indonesia sebentar lagi tiba—momentum sakral di mana kita satukan visi, kuatkan barisan, dan persiapkan diri merebut kekuasaan demi bangsa dan Negara RI yang lebih baik," tulisnya dalam pesan yang ditujukan kepada pengurus DPP dan DPD.

Ia menegaskan bahwa Purbaya Indonesia bukan sekadar organisasi masyarakat, melainkan "garda terdepan perubahan untuk Indonesia Raya". Agenda utama termasuk merebut kekuasaan rakyat, memberantas korupsi dari setiap sudut negeri, serta mewujudkan Indonesia yang adil, makmur, dan sejahtera.

(Assoc) Prof.DR Ali Yusran Gea juga menyoroti peran Purbaya Yudi Sadewa sebagai pembina dan panutan utama. "Bersama Purbaya Yudi Sadewa sebagai panutan utama kita, kita dukung penuh kepemimpinannya yang visioner dan tegas. Beliau adalah simbol harapan bangsa dan Negara RI—pemimpin yang siap memimpin kita menuju era keemasan," ujarnya.

Himbauan ini menutup dengan seruan jaga kesehatan, perkuat soliditas dan solidaritas, serta sebarkan pesan perubahan ke pelosok tanah air. "Kita bisa! Kita pasti menang! Maju terus, Purbaya Indonesia! Hidup Purbaya Indonesia! Hidup Purbaya Yudi Sadewa! Merdeka!" tegasnya.

Rakernas Purbaya Indonesia dijadwalkan segera digelar sebagai panggung persiapan strategi politik nasional organisasi kemasyarakatan ini. Mari kita besarkan dan sukseskan bersama agar Perubahan untuk Indonesia cepat terwujud sebab hukum harus ditegakkan seadil-adilnya. 

(Red)

Share:

29 Januari 2026

Ford melalui RMA Indonesia secara resmi Buka Dealer Ford PIK 2, menandai langkah strategis dalam memperluas jaringan serta memperkuat kehadiran Ford

SumutJaya.com, Tanggerang. -Pembukaan Ford PIK 2 yang berlokasi di Jl. M.H. Thamrin No.69, Salembaran, Kec. Kosambi, Kabupaten Tangerang, Banten 15214 menjadi bagian dari strategi Ford RMA Indonesia untuk mengembangkan new white space bisnis, sekaligus memperluas jangkauan layanan kepada pelanggan di wilayah yang terus berkembang. Kehadiran dealer ini memungkinkan Ford untuk menjangkau basis pelanggan yang lebih luas dengan fasilitas dan layanan yang terintegrasi.

Dari perspektif bisnis, PIK 2 dipilih sebagai lokasi strategis seiring pertumbuhannya sebagai kawasan bisnis dan gaya hidup baru yang didukung oleh infrastruktur modern dan aksesibilitas yang semakin kuat. Kawasan ini dinilai memiliki potensi jangka panjang yang sejalan dengan strategi Ford dalam memperkuat kehadiran di area dengan pertumbuhan berkelanjutan.

Roelof Lamberts, Regional Director RMA Indonesia, menyampaikan bahwa pembukaan Dealer Ford PIK 2 merupakan bagian dari strategi jangka panjang Ford melalui RMA Indonesia.

“Pembukaan Ford PIK 2 mencerminkan komitmen kami untuk terus mengembangkan bisnis Ford secara berkelanjutan di Indonesia. PIK 2 merupakan area dengan potensi pertumbuhan yang kuat dan menjadi new white space strategis bagi Ford RMA Indonesia untuk menjangkau pelanggan yang lebih luas, sekaligus memperkuat fondasi bisnis ke depan,” ujar Roelof.

Ford PIK 2 dirancang sesuai dengan Corporate Identity terbaru Ford, yang mencerminkan arah brand Ford yang modern, kuat, dan berorientasi pada pelanggan. Dealer ini juga menjadi dealer Ford pertama di Tangerang yang sepenuhnya mengadopsi Corporate Identity terbaru tersebut, sekaligus menetapkan standar baru dalam pengalaman ritel Ford di Tanah Air.

Erik Pascanugraha, Sales Director Ford RMA Indonesia, menambahkan bahwa kehadiran dealer ini akan memperkuat strategi penjualan dan pengalaman pelanggan.

“Ford PIK 2 dirancang untuk menghadirkan pengalaman ritel yang lebih modern dan relevan dengan kebutuhan pelanggan saat ini. Dengan lokasi yang strategis dan fasilitas yang terintegrasi, dealer ini akan memperluas jangkauan layanan Ford sekaligus mendukung pertumbuhan penjualan secara berkelanjutan,” jelas Erik.

Selain mengedepankan desain dan fasilitas modern, Ford PIK 2 juga dikembangkan untuk menghadirkan pengalaman pelanggan yang menyeluruh, mencakup penjualan dan layanan purna jual, didukung oleh tim profesional dan proses operasional yang mengacu pada standar global Ford.

Pembukaan Ford PIK 2 merupakan hasil kolaborasi antara Ford Global, RMA Group, dan RMA Indonesia, bersama mitra dealer PT Trijaya Auto Mandiri (TOM Dealers)

David Arianto, Operational Director PT Trijaya Auto Mandiri, menyampaikan komitmen dealer dalam menghadirkan layanan berkualitas.

“Kami bangga dipercaya menjadi bagian dari jaringan Ford di Indonesia melalui pembukaan Ford PIK 2. Sebagai mitra dealer, kami berkomitmen menjalankan operasional sesuai standar Ford, dengan fokus pada kualitas layanan, konsistensi operasional, serta pengalaman pelanggan yang optimal,” ujar David.

Melalui pembukaan Dealer Ford PIK 2, Ford dan RMA Indonesia berharap dapat memperkuat kepercayaan pelanggan, mendorong pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan, serta memberikan kontribusi positif bagi perkembangan industri otomotif nasional. (Sumber Rel/Ford)

■Fajar Trihatya.

Share:

23 Januari 2026

Assoc.Prof.Dr Ali Yusran Gea Serukan Dukungan Penuh pada Kebijakan Purbaya Yudhi Sadewa

Jakarta. 23 Januari 2026. -Assoc.Prof.Dr Ali Yusran Gea, SH, MKn, MH menyerukan dukungan penuh terhadap Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di tengah kontroversi perbedaan pendapat dengan Luhut Binsar Pandjaitan dan Bahlil Lahadalia. Menurut pakar hukum pidana dan tata negara ini, pendekatan kehati-hatian fiskal Purbaya Yudhi Sadewa justru menjaga stabilitas ekonomi nasional sesuai amanat konstitusi, bukanlah bentrokan pribadi melainkan dinamika kebijakan yang sehat, ungkap Ketua Umum DPP Purbaya Indonesia.

Kontroversi Kebijakan Ekonomi.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menunjukkan sikap tegas dalam menjaga efisiensi anggaran negara, memicu perbedaan pendapat dengan Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan serta Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. Ketegangan ini mencerminkan dua pendekatan berbeda dalam mengelola perekonomian nasional: kehati-hatian fiskal versus dorongan investasi agresif.

Polemik Anggaran MBG.

Purbaya Yudhi Sadewa berencana menarik anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang penyerapannya dinilai tidak optimal hingga akhir Oktober 2025, dengan rencana pengalihan ke bantuan pangan seperti beras 10 kg. Luhut menentang langkah ini, menilai penyerapan sudah membaik dan anggaran seharusnya dipertahankan untuk mendukung program prioritas.

Penolakan Proyek Family Office.

Purbaya Yudhi Sadewa menolak pembiayaan APBN untuk proyek Family Office yang digagas Luhut, mengingat pengalaman beban fiskal dari proyek besar seperti Kereta Cepat Jakarta-Bandung. Luhut mendorong inisiatif ini guna menarik investasi global demi percepatan pertumbuhan ekonomi, menyoroti perbedaan filosofi antara kehati-hatian dan ambisi ekspansi.

Sindiran Data Subsidi dengan Bahlil.

Purbaya siap adu data dengan Bahlil terkait subsidi LPG 3 kg, Pertalite, dan Solar, dimana Bahlil menyebut Purbaya Yudhi Sadewa salah baca angka. Purbaya menegaskan perbedaan muncul dari metode perhitungan berbeda dan menekankan ketaatannya pada arahan Presiden RI Prabowo Subianto.

Komitmen Kuat Purbaya Yudhi Sadewa Cegah Pemborosan Anggaran.

Assoc.Prof. Ali Yusran Gea,SH,MKn,MH, menilai sikap Purbaya mencerminkan komitmen kuat terhadap prinsip good governance dan akuntabilitas fiskal, yang krusial untuk mencegah pemborosan keuangan negara. "Kebijakan Menkeu Purbaya selaras dengan Pasal 23 UUD 1945 tentang pengelolaan keuangan negara secara bertanggung jawab, bukan menolak kemajuan tapi memastikan keberlanjutan," tegas akademisi Universitas Sumatera Utara ini dalam pernyataan resminya di Jakarta (23/1-2026).

Dukungan ini menambah bobot bagi Purbaya Yudhi Sadewa yang baru menjabat pasca-reshuffle kabinet September 2025, di tengah sorotan publik terhadap perdebatan dengan senior kabinet. (Red)

Share:

28 Desember 2025

DR. AY. GEA: Dukung Kedaulatan NKRI dan Selesaikan Segala Konflik Aceh dengan Pendekatan Humanisme

SumutJaya.com, Medan. 28 Desember 2025 – Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Perubahan Untuk Indonesia Raya (Purbaya Indonesia), DR. Ali Yusran Gea, SH, MKn, MH, menegaskan komitmen penuh untuk menjaga Kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan meminta kepada Presiden RI Prabawo Subianto agar perangkat kedaulatan negara dalam menyelesaikan konflik di Aceh yang harus mengedepankan pendekatan humanisme dan kemanusiaan serta Berkeadilan agar konflik sosial di Aceh tidak mengancam stabilitas prinsip NKRI. 

Dengan menekankan pada pendekatan kemanusiaan dan humanisme, kemanusiaan dan berkeadilan maka konflik Aceh dapat diselesaikan secara utuh dan bermanfaat bagi kehidupan seluruh masyarakat Aceh.

Dalam pernyataan resminya di Medan, Minggu (28/12) DR.AY GEA menyatakan bahwa kehidupan masyarakat Aceh memiliki nilai historis terhadap kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), ancaman psikologis politik dengan pemberlakuan Daerah Operasi Militer (DOM), pemberdayaan Sumber Daya Alam (SDA) yang tidak berkeadilan, sehingga hal inilah timbulnya konflik di daerah Aceh, tegasnya. 

Ia menyoroti ketegangan politik di Aceh dengan Pemerintah RI sepakat dilakukan dengan pendekatan ini menjadi kunci mengatasi ketidakadilan masa lalu yang memicu ketegangan politik.

Pemerintah RI, menurut DR AY. GEA semestinya harus menerapkan tiga pendekatan fundamental yakni Pertama, pendekatan humanisme, kedua pendekatan kemanusiaan (Hak Azasi Manusia) dan ketiga Pendekatan Berkeadilan, hal ini selaras dengan cita perjuangan Aceh melawan penjajahan. Seperti Tokoh Pahlawan, Cut Nyak Dhien, Cut Meutia, Teuku Umar, Laksamana Malahayati, Panglima Polem, dan Teuku Cik Di Tiro yang rela mempertaruhkan nyawanya dalam mempertahankan tanah Rencong dan melepaskan Aceh dari belenggu penjajahan. 

Sejarah mencatat bahwa puncak ketegangan politik di Aceh dapat diakhiri dan dibasmi oleh Memorandum Of Understanding (MOU) dengan perjanjian Helsinki Tahun 2005 antara Pemerintah Indonesia dan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) yang ditandatangani di Helsinki, Finlandia, pada 15 Agustus 2005, mengakhiri konflik puluhan tahun diwakili oleh  Hamid Awaluddin (RI), Malik Mahmud Gerakan Aceh Merdeka (GAM), dan Martti Ahtisaari (mediator dari Finlandia).

Kesepakatan ini mengakhiri konflik bersenjata Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dengan pemerintah Indonesia dan membuka era perdamaian. "Helsinki adalah bukti bahwa kemanusiaan bisa menyatukan bangsa, bukan memecahnya," pungkas DR.AY Gea.

Pemerintah Pusat semestinya memahami suasana batiniah masalah Aceh secara keseluruhan dimana saudara saudara kita di Aceh sedang mengalami musibah yang sampai saat ini tak kunjung memulihkan keadaan Aceh secara normal maka patut masyarakat Aceh menyuarakan kekecewaannya pada pemerintah pusat. Ditengah suasana bencana nasional maka DR AY GEA meminta agar menjauhi tindakan tindakan otoriterisme dan sikap arogansi pemerintah pusat dalam menyelesaikan ketegangan konflik sosial di Wilayah Aceh.

Di tengah dinamika politik nasional, komitmen ini relevan untuk menolak narasi separatisme dari pihak luar. Masyarakat Aceh menuntut penguatan keadilan ekonomi dan perlindungan HAM, menjadikan Aceh model harmoni nasional. (Red/Tim).

Share:

11 Desember 2025

Tuntut Presiden Prabowo Segera Tetapkan Bencana Nasional, Ketum Purbaya Indonesia: Jangan Jadikan Nyawa Manusia Sebagai Tolak Ukur

Foto: Ketum DPP Purbaya Indonesia DR Ali Yusran Gea.,SH.,MKn.,MH., (sebelah kiri) didampingi Sekjend DPP Purbaya Indonesia Rafriandi Nasution,.SE.,MT. (kanan)

SumutJaya.com, Jakarta. -Ketua Umum DPP Perubahan untuk Indonesia Raya (Purbaya) Indonesia, DR. Ali Yusran Gea, SH., MKn., MH., (Foto) meminta kepada kepada Presiden Prabowo Subianto untuk segera menetapkan bencana Sumatera sebagai bencana nasional dan melakukan penanganan secara terintegrasi, tak hanya sinergi antara pemerintah pusat dengan pemerintah provinsi tapi juga dengan pemerintah daerah yang lebih kecil.

“Semua pihak harus memahami bahwa ini adalah kejadian yang sudah sangat menyakiti masyarakat Indonesia. Jadi, jangan lah menjadikan nyawa manusia, sebagai tolak ukur penetapan bencana nasional. Ini kaitannya dengan kemanusiaan dan norma-norma,” kata DR. Gea pada awak media di kawasan Jakarta Timur, Kamis (11/12/2025).

Sebagai informasi, penetapan status darurat bencana nasional harus memenuhi indikator dengan dampak luas, korban jiwa, kerugian materi yang signifikan, gangguan pelayanan publik, dan penurunan kemampuan daerah dalam penanganan bencana di daerah.

Ia pun menegaskan sebagai negara hukum (rechtsstaat), pemerintah harus menghormati hak asasi manusia dan kemanusiaan.

“Untuk itu, kami meminta kepada gubernur dan DPRD pemprov Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat membahas masalah dan memparipurnakannya, melalui proses legislatif untuk mendorong bencana ini dijadikan bencana nasional,” tegas DR Gea lagi.

Ia pun meminta kepada semua pihak untuk kepada semua pihak, agar tidak menjadikan bencana di Sumatera ini sebagai test the water menuju Pilpres 2029.

“Jangan para pejabat, para wakil rakyat itu datang kesana hanya untuk pencitraan, tanpa memikirkan penanganan yang tepat untuk membantu warga yang terdampak bencana. Yang dibutuhkan mereka itu adalah bantuan, bukan hanya makanan, tapi juga sandang, obat-obatan, hingga perbaikan infrastruktur,” tandasnya.

Senada, Sekjend Purbaya Indonesia, Rafriandi Nasution,SE.,MT (Foto) menyatakan bahwa semua pihak harus menunjukkan empatinya dengan menyusun langkah-langkah terukur dalam penanganan bencana.

“Sehingga, masyarakat menjadi sejuk karena yang menolong mereka adalah para anggota legislatif yang dipilih mereka, pemimpin daerah yang dipilih mereka,” pungkas Rafriandi. (Rl/Red)

Share:

10 Desember 2025

AKSI DEMO KEPALA DESA DI MONAS, KEPADA BAPAK PRESIDEN RI PRABOWO SUBIANTO & MENTERI KEUANGAN PURBAYA YS TERKAIT DANA DESA INKONSTITUSIONAL

SumutJaya.com, Jakarta. -Ketua Umum DPP Perubahan Untuk Indonesia Raya [ PURBAYA INDONESIA] DR Ali Yusran Gea,.SH.,MKn.,MH menegaskan bahwa aksi nekat ribuan Kepala Desa demo di monas menuntut Presiden RI Prabowo Subianto dan Menteri Keuangan Purbaya Yudi Sadewa yang menuntut dana desa adalah inkonstitusional, jelas sifatnya sudah melawan hukum dan merendahkan wibawa kebangsaan.

Aksi-aksi ini tidak boleh dibiarkan dan harus di sanksi terutama sanksi administratif, karena aksi aksi kepala desa ini diduga cenderung ala premanisme.

Tidak sepatutnya terjadi aksi-aksi seperti ini, ini aksi ala premanisme, diduga penuh dengan nafsu kekuasaan.

PURBAYA INDONESIA kata DR Gea mendukung langkah Presiden RI dan Menteri Keuangan yang membatasi program dana desa.

Penggunaan dan peruntukan Dana Desa (DD) diduga selama ini terkesan menjadi sumber mata air korupsi dan sumber konflik horizontal.

Share:

09 Desember 2025

Ketua Umum DPP Purbaya Indonesia, DR Ali Yusran Gea : Terapkan Hukuman Mati Bagi Pelaku Korupsi dan Reformasi Institusi Hukum Penanganan Korupsi di Indonesia

Foto Bersama. DR Ali Yusran Gea, SH.,MKn.,MH foto bersama dengan DR Abraham Samad (Mantan Ketua KPK RI) saat bersamaan menghadiri acara Diskusi memperingati Hari Anti Korupsi Sedunia (HAKORDIA) di Jakarta, hari Selasa (9/12-2025).

SumutJaya.com, Jakarta. Selasa (9/12) — Ketua Umum DPP Purbaya Indonesia DR Ali Yusran Gea, SH., MKn., MH menegaskan tata kelola Pemberantasan dan pencegahan tindak pidana korupsi tidak hanya berada dalam ruang teori dan konseptual akan tetapi harus di eksekusi secara konkrit 

Pemberantasan dan pencegahan tindak pidana korupsi harus ada kesadaran dan kesepakatan nasional bagi penyelenggara negara  agar mendukung Penerapan hukuman mati baik kekuasaan legislatif, kekuasaan eksekutif dan kekuasaan yudikatif 

Di kesempatan yang sama DR.GEA memberikan sejumlah solusi hukum dalam upaya pemberantasan dan pencegahan tindak pidana  korupsi di Indonesia. Menurutnya dalam rangka menyambut Hari Anti Korupsi Sedunia (HAKORDIA), langkah-langkah ini diperlukan untuk memastikan pemberantasan korupsi secara efektif dan memberikan efek jera bagi para pelaku, kata DR Gea yang didampingi Sekjend DPP Purbaya Indonesia Rafriandi Nasution, SE.,MT

Dalam keterangan yang disampaikannya di Jakarta disela sela acara dialog publik, DR Gea menekankan empat poin utama sebagai solusi strategi penanggulangan korupsi. Pertama, pemerintah melalui Presiden RI Prabowo Subianto harus berani mengeluarkan mengeluarkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (PERPPU) yang menetapkan hukuman mati bagi para koruptor, karena tindakan nyata ini yang di tunggu - tunggu rakyat Indonesia 

Selanjutnya kedua, DR Gea meminta agar seluruh proses hukum dan penanganan tindak pidana korupsi difokuskan hanya pada satu institusi hukum yang menanganinya. Hal ini dimaksudkan untuk menciptakan mekanisme penanganan tindak pidana korupsi yang lebih profesional, transparan, dan akuntabel, serta jangan ada tumpang tindih kewenangan yang selama ini dianggap memperlambat proses hukum.

Selain itu yang ketiga, DR Gea menegaskan pentingnya adanya political will yang kuat dari tiga pilar kekuasaan di Indonesia—kekuasaan eksekutif, kekuasaan legislatif, dan kekuasaan yudikatif—untuk mendukung pemberantasan korupsi secara utuh.

Terakhir yang keempat, DR.GEA berharap agar mengembalikan kedaulatan hukum dan kedaulatan ekonomi Melalui doktrin negara hukum (Rechstaat) dan menjauhi karakter kekuasaan yang machstaat.

Presiden harus mengembalikan cita-cita hukum negara Indonesia sebagai rechstaat (negara hukum yang menjunjung supremasi hukum), bukan machstaat (negara kekuasaan yang mengedepankan otoritas di atas hukum).

Pendekatan tersebut, menurutnya, akan memperkuat fondasi negara hukum dan menegakkan supremasi hukum demi menciptakan pemerintahan yang bersih dari praktik korupsi.(*)

Share:

08 Desember 2025

Pemerintah Pusat dan Daerah Harus Sosialisasikan Penanggulangan dan Antisipasi Bencana Alam

Oleh: Fajar Trihatya,SE

Indonesia adalah negara yang rentan terhadap berbagai bencana alam, seperti gempa bumi, banjir, tanah longsor, dan letusan gunung berapi. Kondisi ini menuntut kewaspadaan serta kesiapsiagaan yang tinggi dari seluruh elemen bangsa, terutama pemerintah pusat dan daerah sebagai pelayan dan pelindung masyarakat.

Salah satu langkah penting yang harus dilakukan pemerintah adalah melakukan sosialisasi secara intensif mengenai cara penanggulangan dan antisipasi bencana alam kepada masyarakat. Sosialisasi ini bukan sekadar memberikan informasi, tetapi juga membekali masyarakat dengan pengetahuan praktis dan tindakan riil yang harus diambil saat bencana melanda.

Pemerintah pusat dapat menyusun kebijakan dan pedoman nasional serta menyediakan sumber daya yang memadai, sementara pemerintah daerah berperan sebagai ujung tombak yang langsung berinteraksi dengan masyarakat. Melalui sosialisasi yang terstruktur dan berkelanjutan, masyarakat diajarkan bagaimana mengenali tanda-tanda bencana, menyiapkan perlengkapan darurat, merencanakan jalur evakuasi, serta memahami prosedur saat evakuasi berlangsung.

Selain itu, edukasi mengenai pentingnya mitigasi, seperti penghijauan daerah rawan longsor atau pembangunan tanggul penahan banjir, harus dijadikan bagian dari kampanye sosialisasi. Dengan pengetahuan dan kesiapsiagaan yang baik, dampak bencana dapat diminimalkan, dan korban jiwa maupun kerugian materi bisa dicegah sebanyak mungkin.

Sosialisasi harus dilakukan melalui berbagai media, mulai dari penyuluhan langsung, media sosial, radio komunitas, hingga aplikasi teknologi informasi yang mudah diakses. Keterlibatan sekolah, tokoh masyarakat, dan lembaga swadaya masyarakat juga sangat dibutuhkan agar pesan penanggulangan bencana dapat tersampaikan luas dan merata.

Sebagai warga Negara Indonesia, kita juga berperan aktif melaksanakan edukasi tersebut dan mempersiapkan diri menghadapi ancaman bencana agar terhindar dari situasi yang berpotensi membahayakan. Pemerintah pusat dan daerah, mari bersinergi memprioritaskan sosialisasi dan edukasi penanggulangan bencana demi keselamatan bersama. (*)

Penulis adalah: -Ketua Lembaga Pemerhati Kinerja Pemerintah Sumatera Utara (LPKP Sumut).*

-Wakil Ketua Ormas DPP PURBAYA Indonesia.

Share:

01 Desember 2025

DPP Purbaya Indonesia Keluarkan 18 Surat Mandat & 3 SK Pengesahan DPW Provinsi

SumutJaya.com, Medan. -Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Perubahan untuk Indonesia Raya (Purbaya Indonesia) telah mengeluarkan sebanyak 18 surat mandat penting sebagai bagian dari penguatan struktur organisasi di tingkat provinsi dan kota. Dari total surat mandat tersebut, 17 ditujukan untuk Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PURBAYA Indonesia di berbagai provinsi, dan satu surat mandat untuk Dewan Pimpinan Daerah (DPD) tingkat Kota Surakarta.

Menurut Ketua Umum DPP Purbaya Indonesia DR.Ali Yusran Gea.,SH.,MKn.,MH didampingi Sekjend Rafriandi,.SE.,MT secara resmi, DPP PURBAYA Indonesia juga mengeluarkan Surat Keputusan (SK) tentang Pengangkatan dan Pengesahan kepengurusan DPW PURBAYA Indonesia untuk tiga provinsi, yaitu Bengkulu, Sumatera Selatan dan Aceh. SK ini diterbitkan pada tanggal 29 November 2025 sebagai bagian dari program konsolidasi dan pengembangan organisasi untuk masa bakti 2025-2030, jelasnya di Medan (1/12-2025).

Berikut rincian Kepengurusan DPW Purbaya Indonesia yang telah disahkan:

1.DPW Provinsi Bengkulu (2025–2030)

Ketua: Syaiful Azwar

Sekretaris: Susyanto, S.I.Kom

Bendahara: Predi Santoso

2.DPW Provinsi Sumatera Selatan (2025–2030)

Ketua: R. Asep Sucipto, SH., MBA

Sekretaris: Suwamo, SE

Bendahara: Nabela

3.DPW Purbaya Indonesia Provinsi Aceh (2025–2030)

Ketua: Juliar

Sekretaris: Herizal,SE

Bendahara: Romy Taher

Selain itu, DPP PURBAYA Indonesia juga memberikan mandat khusus kepada Ibu Ketua Christien H.Utina untuk memimpin pembentukan DPW PURBAYA Indonesia di Provinsi Gorontalo. Langkah ini menunjukkan komitmen DPP  dalam memperluas jaringan organisasi di seluruh wilayah Indonesia.

Dengan diperkuatkannya struktur organisasi di berbagai provinsi, DPP PURBAYA Indonesia berharap tujuan utama organisasi dapat tercapai dengan "mari mewujudkan kaya raya bersama-sama."

(Sprd)

Share:

25 November 2025

Dr.Harli Siregar Terima Penghargaan Detikcom Award Sebagai Tokoh Pendorong Keterbukaan Informasi Lembaga Hukum

SumutJaya.com, Jakarta [25 Nopember 2025], Dr.Harli Siregar, H.M.Hum sebagai mantan Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan RI menerima penghargaan Detikcom Award sebagai “Tokoh Pendorong Keterbukaan Informasi Lembaga Hukum” yg diselenggarakan di Westin Hotel Jakarta selasa 25/11/2025.

Penghargaan bergengsi tersebut diberikan karena Detikcom menilai selama Harli berkiprah sebagai Kapuspenkum Kejaksaan Agung telah melakukan berbagai macam upaya untuk mendorong keterbukaan informasi publik di Kejaksaan Agung Republik Indonesia diantaranya keberhasilan membangun tagline baru Puspenkum Kejagung yaitu lebih Modern, Humanis, Edukatif serta mudah diakses, hal itu dilakukan mengingat dinamika masyarakat yang terus berkembang karena pengaruh kemajuan tekhnologi informasi.

Saat bertugas sebagai Kepala Pusat Penerangan Hukum, Kejaskaan R.I terus meng-update informasi penanganan perkara yang dilakukan oleh jajaran Kejaksaan, bahkan tidak jarang konferensi pers dilakukan menjelang larut malam setelah selesainya jadwal pemeriksaan tersangka, karena publik harus diberikan informasi secara realtime dan tidak boleh dibiarkan terlalu lama menunggu kabar dari Kejagung, Jumpa pers yang cukup fenomenal dilakukan Kejagung dengan menunjukkan triliunan rupiah uang yang disita dari kasus korupsi. Uang tersebut disusun sedemikian rupa sehingga publik dapat melihat bagaimana besarnya nilai kerugian negara yang timbul dari kasus korupsi. 

Harli Siregar mengatakan langkah itu merupakan wujud nyata dari prinsip transparansi dari lembaga Kejaksaan Agung. Terkait dengan media massa, Harli menilai media massa adalah mitra strategis dalam hal publikasi pelaksanaan tugas dan fungsi Kejaksaan serta untuk membangun engagement Kejaksaan dengan publik. Ia juga mendukung pers sebagai pilar keempat demokrasi dalam menjalankan fungsi kontrol sosial, termasuk melakukan penilaian atas kinerja Kejaksaan melalui pemberitaan yang objektif dan kritis. 

*”Pers merupakan mitra strategis Kejaksaan dalam publikasi informasi kinerja secara akurat cepat dan edukatif, sehingga masyarakat tidak dibuat bingung oleh informasi yang tidak ada nilai kebenarannya”*, ujar Harli.

Pers yang profesional merupakan mitra strategis dalam memerangi berkembangnya fraud informasi (miss informasi) yang dapat menyesatkan masyarakat, Karena itu Harli terus menjalin sinergi dan kerjasama dengan media massa, sambung Harli*.

Harli dikenal kalangan jurnalis sebagai sosok yang komunikatif, terbuka, dan siap kapan saja melayani permintaan wawancara, dia juga tidak segan duduk bersama jurnalis untuk memberikan penjelasan konteks kasus hukum yang ditangani Kejagung sehingga jurnalis mendapat pemahaman yang utuh dan dapat menulis berita secara lebih akurat-komprehensif.

Setelah menerima Penghargaan, Kajati Sumatera Utara ini berpesan Kepada para jaksa muda, agar mempunyai pengetahuan tentang ilmu komunikasi publik yang baik serta kemampuan dalam pengelolaan komunikasi kelembagaan. *“Seorang jaksa juga harus memiliki attitude yang santun dalam berkomunikasi, namun harus tetap tegas”* ujarnya.

Disamping itu, Jaksa harus mampu menjaga dan mengawal citra positif Kejaksaan sebagai lembaga penegak hukum yang dipercaya masyarakat, Jaksa juga harus memanfaatkan seluruh sarana yang tersedia termasuk media sosial untuk membentuk opini positif di masyarakat. Ujar Harli menutup.(Rel/Red)

■Fajar Trihatya

Share:

BERITA UTAMA

KELUARGA RIKI AGASI MINTA PERHATIAN KAPOLDA SUMUT IRJEN POL. SONNY IRAWAN DAN KETUA KOMPOLNAS JENDERAL DUDUNG ABDURACHMAN

SumutJaya.com, Medan. - Keluarga besar Riki Agasi, tukang servis AC warga Jl. Menteng Raya Gg. Bersama, Binjai, Kec. Medan Denai, Kota Medan...

Image

PASANG IKLAN DI SINI

Image

Arsip Blog

PASANG IKLAN DI SINI

Image
Image