Pantauan wartawan Media Sumut24 menunjukkan suasana keakraban antara Raja Edward dan petani yang tengah memanen buah salak. Masyarakat menyambut baik perhatian wakil rakyat tersebut. Meski wilayah Tigabinanga dikenal6 sebagai sentra jagung, beberapa petani, seperti Identa Sebayang, berhasil mengembangkan kebun salak dengan buah yang lebat dan rasa manis menggembirakan.
Dalam dialognya, Identa mengeluhkan kondisi akses menuju lahan pertanian yang masih berlumpur dan sulit dilalui terutama saat hujan. Kondisi jalan yang rawan kendala angkutan tersebut berdampak pada biaya logistik, termasuk ongkos angkut hasil panen dan pengangkutan pupuk.
Menanggapi keluhan warga, Raja Edward menyatakan keseriusannya untuk menindaklanjuti aspirasi tersebut. “Ini catatan bagi saya agar jalan perladangan Uruk Pametar diusulkan ke Dinas Pertanian sebagai Jalan Usaha Tani (JUT),” ujar Raja Edward. Ia menegaskan perlunya memaksimalkan alokasi anggaran untuk pembangunan JUT demi mengurangi beban biaya angkut dan menopang produktivitas petani.
Raja Edward menambahkan bahwa selain pengadaan pupuk6 dan benih yang terus didorong oleh pemerintah kabupaten, peningkatan dan perbaikan infrastruktur pertanian menjadi prioritas agar petani bisa menikmati efisiensi biaya dan peningkatan hasil produksi. “Tanah Karo mayoritas dikelola petani; sudah sewajarnya dana pembangunan JUT dimaksimalkan untuk meringankan beban mereka,” kata politisi tersebut.
Kehadiran anggota dewan ini juga dimanfaatkan warga untuk menyampaikan keluhan dan bertukar informasi langsung. Suasana diskusi berlangsung hangat dan konstruktif, diwarnai harapan agar usulan perbaikan jalan mendapat perhatian dari pemerintah daerah.
Kunjungan Raja Edward Sebayang menunjukkan pola keterlibatan wakil rakyat yang aktif turun ke konstituen. Upaya memetakan permasalahan lapangan dan merumuskan usulan perbaikan infrastruktur diharapkan menjadi langkah awal menuju solusi yang konkret bagi petani Uruk Biru Pametar.
( Tim/Red )







