13 Oktober 2026

Galian Halte BRT Mebidang di Medan Labuhan Menganga! Warga Resah, Pengguna Jalan Terancam

SumutJaya.com, Labuhan. – Pengerjaan halte Bus Rapid Transit (BRT) Mebidang di kawasan Kecamatan Medan Labuhan, Kota Medan, dikeluhkan warga.

 Pasalnya, sejumlah titik galian di sekitar badan jalan dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan, Selasa (13/10/2026).

Pantauan di sekitar Kantor PT Pertamina TBBM Medan Group, Jalan KL Yos Sudarso KM 21, terlihat galian dengan lebar sekitar dua meter dan kedalaman mencapai betis hingga lutut orang dewasa. 

Galian serupa juga dilaporkan terdapat di beberapa titik di wilayah Kecamatan Medan Labuhan.

Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran warga, terutama bagi pengendara sepeda motor yang melintas di kawasan itu. Jika pengerjaan berlangsung lama tanpa pengamanan yang memadai, galian terbuka dikhawatirkan dapat memicu kecelakaan lalu lintas.

“Ini berbahaya jika pengerjaannya terlalu lama. Kami khawatir akan berdampak terhadap keselamatan pengguna jalan, apalagi sudah ada korban yang jatuh ke galian tersebut,” ujar seorang sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Warga berharap pihak pelaksana proyek segera mengambil langkah pengamanan, seperti memasang pembatas yang jelas, rambu peringatan, serta penerangan yang memadai, khususnya pada malam hari.

Proyek BRT Mebidang Terhubung dengan Medan Labuhan

Diketahui, pembangunan halte Bus Rapid Transit (BRT) Mebidang merupakan bagian dari pengembangan transportasi umum di kawasan Medan, Binjai, dan Deli Serdang.

Dalam perencanaan rutenya, kawasan Medan Labuhan terhubung dengan Koridor 04 menuju Terminal Amplas serta layanan yang mengarah ke Lapangan Merdeka.

 Sejumlah titik pemberhentian yang disebut dalam perencanaan di kawasan tersebut antara lain RSUD Medan Labuhan, Pasar Inpres, Titi Bambu, Simpang Martubung, hingga Titi Papan.

Pembangunan fasilitas pemberhentian bus mencakup beberapa tipe, mulai dari bus stop sederhana hingga halte atau shelter, yang disesuaikan dengan kebutuhan pelayanan dan kondisi jalan.

Pengembangan sistem BRT Mebidang ditargetkan berlangsung secara bertahap hingga 2027, sementara sebagian layanan direncanakan mulai berjalan pada 2026.

Kementerian Perhubungan Belum Berikan Tanggapan

Terkait keluhan warga mengenai kondisi galian yang dinilai membahayakan pengguna jalan, konfirmasi telah dimintakan kepada pihak Kementerian Perhubungan Darat melalui Surya.

Namun, hingga berita ini disusun, yang bersangkutan belum memberikan jawaban.

Warga berharap pihak terkait segera turun ke lapangan untuk memastikan pengerjaan berjalan sesuai ketentuan keselamatan dan tidak membahayakan masyarakat yang beraktivitas di sepanjang Jalan KL Yos Sudarso, khususnya di kawasan Medan Labuhan.

Catatan redaksi: Untuk memperkuat akurasi pemberitaan, informasi mengenai adanya korban terperosok sebaiknya dikonfirmasi kembali kepada saksi atau korban. Pastikan pula nama resmi instansi yang dikonfirmasi dan status proyek berdasarkan keterangan pihak berwenang. (rel/frm)

Share:

BERITA UTAMA

Galian Halte BRT Mebidang di Medan Labuhan Menganga! Warga Resah, Pengguna Jalan Terancam

SumutJaya.com, Labuhan. – Pengerjaan halte Bus Rapid Transit (BRT) Mebidang di kawasan Kecamatan Medan Labuhan, Kota Medan, dikeluhkan warga...

Image

PASANG IKLAN DI SINI

Image

Arsip Blog

PASANG IKLAN DI SINI

Image
Image