• RUANG IKLAN

    Ruang ini disewakan untuk pemasangan iklan banner.

01 September 2026

Diduga Oknum Pegawai PDAM Tirtanadi Berinisial RP Jadi 'Calo' Proyek Pengadaan

SumutJaya.com, Medan. -Diduga oknum pegawai PDAM Tirtanadi berinisial RP didebut-sebut menjadi calo proyek pengadaan material di lingkungan perusahaan milik Pemprov Sumut tersebut. 

"Usulan Pengadaan Barang (UPB) untuk Pesona Indah Cemara sudah keluar bang. Yang ambil berkasnya Bang Rifai, " ungkap Kadiv Umum Marhamah Hikmah ketika ditanya wartawan, Senin (31/8/2026). 

Masih menurut Kadiv Umum Marhamah,  oknum pegawai bernama Rifai, merupakan orang yang direkomendasikan mantan dewan pengawas PDAM Tirtanadi Rajamin Sirait. 

"Pak Rajamin nelfon saya. Katanya nanti yang ambil berkasnya Bang Rifai, "   sebut Marhamah dalam pesan singkatnya di nomor 0811 651 XXX. 

Informasi dihimpun wartawan, menyebutkan oknum bernama Rifai yang disebut Kadiv Umum Marhamah, merupakan Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) PDAM Tirtanadi. 

Pria bernama lengkap Ahmad Rifai Parinduri, mengawali karir di PDAM Tirtanadi sebagai staf ahli dewan pengawas periode 2010-2013.

Setelah berakhit peiodesasi, selanjutnya Rifai menjadi honor dan hingga saat ini dirinya menjabat sebagai Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) PDAM Tirtanadi. 

Dirut Diminta Tertibkan Pegawai


Menanggapi oknum pegawai yang merangkap menjadi calo proyek di lingkungan PDAM Tirtanadi, Direktur Eksekutif Hukum & HAM Aliansi Masyarakat Sumatera Utara (AMSUB) Riadi SH, meminta kepada Direktur Utama (Dirut) PDAM Tirtanadi Ardian Surbakti, untuk bertindak tegas menertibkan pegawai yang rangkap jabatan menjadi calo proyek. 

"Jika pegawai sudah jadi calo proyek, artinya ada kesalahan dalam management di internal PDAM Tirtanadi. Kita meminta Dirut supaya mengusut masalah ini secara tegas. Jika benar, maka sudah selayaknya oknum tersebut dicopot, " tegas Riadi. 

Riadi mrngaku pihaknya sudah lama mendengar tidak sehatnya persoalan oengadaan barang dan jasa di lingkungan PDAM Tirtanadi. Bahkan mantan pejabat dan pegawai PDAM Tirtanadi juga masih 'mengobok-obok' di perusahaan BUMD milik Pemprovsu tersebut. 

"Oknum mantan pejabat dan pegawai PDAM Tirtanadi inilah yang membuat rusak perusahaan. Jika budaya ini masih terus berlanjut, maka ke depan bisa diprediksi perusahaan BUMD Pemprovsu itu akan menjadi sasaran temuan hukum aparat penegak hukum," tegasnya. 

Riadi menegaskan, pihaknya juga akan melakukan aksi terkait budaya nepotisme dalam pengadaan barang dan jasa di lingkungan PDAM Tirtanadi. 

"Kita akan melakukan aksi dan mendesak Gubsu Bobby Afif Nasution supaya memberi perhatian khusus kepada PDAM Tirtanadi. Karena kita juga tahu, Dirut Ardian Surbakti merupakan kawan dekat Gubsu Bobby Nasution dan juga satu kampus di IPB Bogor " tegas Riadi SH. 

Dirut PDAM Tirtanadi, Ardian Surbakti ketika dikonfirmasi melalui telefon selularnya dinomor 0811 4360 XXXX tidak memberikan jawaban hingga berita ini diturunkan. 

Demikian pula Sekretaris Perusahaan dan Humas PDAM Tirtanadi Nurlin ketika dikonfirmasi di nomor telfon selulernya di nomor 0813 9676 XXXX juga tidak memberikan jawaban, sampai berita ini dimuat.

Share:

Sampah Berserakan di Desa Marindal I Dusun 11, Warga Keluhkan Terkatungkan: Pejabat Desa dan Camat Tak Responsif

SumutJaya.com, Medan. — Warga Dusun 11, Desa Marindal I, Kecamatan Patumbak, mengeluhkan timbulan sampah yang belum ditangani hingga menimbulkan gangguan kebersihan dan kesehatan. Beberapa warga menyatakan upaya konfirmasi kepada pemerintahan setempat tidak mendapat tanggapan memadai.

Menurut salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya, tim penulis sudah mencoba tiga kali menghubungi pihak desa melalui pesan dan telepon namun tidak mendapat balasan. Pada Selasa, 1 September 2026 sekitar pukul 10.00 WIB, tim mendatangi kantor desa untuk meminta keterangan. Staf operasional di kantor desa menginformasikan bahwa kepala desa tidak berada di tempat saat itu.

Tim kemudian melanjutkan kunjungan ke kantor Camat Patumbak, namun camat juga dikabarkan tidak ada di kantor. Saat dijumpai, Kepala Seksi (Kasi) Kebersihan kecamatan memberikan keterangan yang dinilai berbelit-belit oleh warga dan tim pewarta. Upaya menghubungi Camat melalui pesan singkat juga belum mendapat jawaban hingga berita ini disusun.

Warga menilai respons aparat yang lambat memperburuk citra pelayanan publik di tingkat kecamatan dan desa. “Sampah menumpuk, bau menyebar, dan kami khawatir berpotensi menjadi sarang penyakit. Kami ingin tindakan cepat dari pemerintah setempat,” kata seorang warga.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten dan pejabat terkait belum memberikan tanggapan resmi saat dihubungi. Seorang sumber di pemerintahan daerah yang meminta namanya tidak dipublikasikan menyarankan agar masalah ini segera ditindaklanjuti melalui saluran resmi pengaduan warga agar dapat diproses.⁰

Permasalahan sampah di kawasan permukiman padat seperti Dusun 11 membutuhkan koordinasi antardesa, kecamatan, dan dinas terkait untuk penjemputan rutin, fasilitas pengelolaan, serta edukasi pengelolaan sampah rumah tangga. Sementara itu, warga berharap pihak desa dan camat segera merespons dan menyelesaikan penanganan sampah agar kondisi lingkungan kembali sehat.

Dalam hal ini Redaksi akan terus memantau perkembangan dan memperbarui berita apabila ada tanggapan resmi dari Kepala Desa Marindal I, Camat Patumbak, atau Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten. (Ihut Sihombing)

Share:

BERITA UTAMA

Diduga Oknum Pegawai PDAM Tirtanadi Berinisial RP Jadi 'Calo' Proyek Pengadaan

SumutJaya.com, Medan. -Diduga oknum pegawai PDAM Tirtanadi berinisial RP didebut-sebut menjadi calo proyek pengadaan material di lingkungan ...

Image

PASANG IKLAN DI SINI

Image

Arsip Blog

PASANG IKLAN DI SINI

Image
Image