Bantuan diberikan kepada keluarga yang telah melalui proses verifikasi berdasarkan kriteria kerentanan. Prioritas penerima manfaat mencakup keluarga yang memiliki anak perempuan usia sekolah, mulai dari jenjang SD hingga SMA, keluarga yang masih tinggal di hunian darurat, keluarga dengan kondisi ekonomi rendah, serta keluarga yang dikepalai perempuan dengan kondisi ekonomi rendah dan memiliki tanggungan. Penetapan penerima manfaat ini dilakukan untuk memastikan dukungan menjangkau keluarga yang membutuhkan perhatian lebih dalam proses pemulihan pascabencana.
Material yang disalurkan meliputi triplek, balok kayu, paku, gergaji, martil, dan perlengkapan pendukung lainnya. Melalui bantuan tersebut, keluarga diharapkan memiliki kapasitas awal untuk membangun kamar tidur bagi anak perempuan sesuai dengan kebutuhan rumah tangga masing-masing. Ketersediaan ruang pribadi yang layak menjadi bagian penting dari pemulihan hunian, terutama untuk mendukung privasi, kenyamanan, dan rasa aman anak perempuan di lingkungan tempat tinggalnya.
Dalam pelaksanaannya, pendistribusian sempat terkendala cuaca dan banjir yang melanda sejumlah wilayah Aceh Tamiang, termasuk akses jalan menuju desa-desa intervensi. Kondisi tersebut menghambat mobilitas tim dan penyaluran bantuan, sementara banjir juga berdampak pada kondisi hunian sebagian warga. Setelah akses jalan kembali dapat dilalui, tim PKPA melanjutkan distribusi agar bantuan dapat diterima oleh keluarga yang telah ditetapkan sebagai penerima manfaat.
Untuk mendorong penyelesaian pembuatan kamar sesuai tujuan program, INSIGHT juga menerapkan pendekatan Cash for Work (CfW). Melalui mekanisme ini, dukungan tunai diberikan kepada keluarga penerima manfaat setelah menyelesaikan pembuatan kamar tidur bagi anak perempuan mereka, sesuai dengan ketentuan program. Pendekatan tersebut mendorong keterlibatan aktif keluarga dalam proses perbaikan hunian sekaligus mendukung upaya pemulihan yang berorientasi pada kebutuhan kelompok rentan.
Melalui program INSIGHT, PKPA mendorong pemulihan pascabencana yang tidak hanya berfokus pada perbaikan fisik tempat tinggal, tetapi juga memperhatikan privasi, keamanan, dan martabat anggota keluarga, khususnya anak perempuan. Upaya ini diharapkan dapat membantu keluarga membangun lingkungan tempat tinggal yang lebih layak dan mendukung pemulihan secara berkelanjutan. (Rel/Df)







