• RUANG IKLAN

    Ruang ini disewakan untuk pemasangan iklan banner.

02 Februari 2026

Dugaan Ketidaktepatan Penggunaan Dana BOS di SDN 054938 Langkat, Bendahara Akui Belum Ada Rincian Pengeluaran

SumutJaya.com, Langkat. – Warga di sekitar SDN Negeri 054938 Jalan Piturah, Paya Glugur Alur Dua, Kecamatan Sei Lepan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, melaporkan dugaan ketidaktepatan penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Keluhan ini mencakup kondisi atap asbes yang masih banyak rusak dan jebol, meski dana BOS seharusnya mendukung perawatan sekolah.

Tim media mendatangi sekolah untuk konfirmasi pada Senin (2/2/2026). Saat itu, Kepala Sekolah PLT Siti Rohana S.PD, tidak ditemui karena sedang keluar. Kru media bertemu dengan bendahara BOS yang enggan disebut namanya.

"Bendahara menyatakan jumlah siswa sekitar 254 orang. Namun, rincian penggunaan dana BOS belum dibuat hingga saat ini," ujar bendahara tersebut kepada kru media. Ia mengaku sudah berulang kali mengingatkan PLT Kepala Sekolah untuk menyusun dokumen tersebut, tapi tidak diindahkan. "Saya tidak tahu detail dana BOS karena dikelola langsung oleh kepala sekolah," tambahnya dengan wajah gelisah.

Bendahara juga mengonfirmasi bahwa Siti Rohana telah menjabat PLT Kepala Sekolah lebih dari satu tahun. Saat ditanya soal kondisi asbes rusak, ia kembali menyerahkan tanggung jawab sepenuhnya ke PLT Kepala Sekolah.

Sekretaris DPC LSM KPK-RI Langkat Joni, didampingi Bendahara LSM Hasan Ambran, mendesak Kejaksaan Negeri Langkat segera periksa PLT Kepala Sekolah terkait dugaan penyimpangan dana BOS. "Kami minta pemeriksaan transparan untuk memastikan dana tepat sasaran," kata Joni. (Agus)

Share:

GUNTUR Demo LLDikti Dan Kejatisu Dugaan Terkait Korupsi Dana Mahasiswa Miskin

SumutJaya.com, Medan. -Puluhan mahasiswa tergabung dalam Gerakan Untuk Rakyat (GUNTUR) menggelar aksi unjuk rasa beruntun di Kantor Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah I Sumatera Utara dan Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu), Senin (2/2/2026).

 Aksi ini menjadi bentuk eskalasi tekanan publik atas dugaan korupsi penyaluran Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah serta konflik kepentingan di tubuh LLDikti Wilayah I. Aksi dimulai di Kantor LLDikti Wilayah I, Jalan Sempurna, Medan Selayang, sebelum massa bergerak ke Kantor Kejatisu.

Dalam demonstrasi tersebut, selain berorasi dengan pengeras suara, mahasiswa membawa spanduk dan poster bertuliskan: “Bongkar Permainan Mafia Pendidikan di LLDikti” dan “Copot Prof. Saiful Anwar Matondang dari  jabatan kepala LLDikti ”. Diduga banyal kampus dan penerima KiP

GUNTUR secara terbuka menuding adanya dugaan praktik tata kelola yang bermasalah di lingkungan LLDikti Wilayah I Sumut, yang dinilai berpotensi merugikan mahasiswa penerima bantuan pendidikan dari negara, khususnya KIP.

 Sorotan utama massa aksi tertuju pada Kepala LLDikti Wilayah I, Prof. Dr. Saiful Anwar Matondang, MA, Ph.D. Mahasiswa menilai hingga kini tidak ada klarifikasi terbuka terkait dugaan keterlibatan anak kandung pejabat tersebut dalam struktur kepengurusan Yayasan Pendidikan Unggul Khairul Ummah, yayasan yang mengelola perguruan tinggi di bawah pengawasan langsung LLDikti Wilayah I.Bagi mahasiswa, situasi tersebut bukan persoalan personal, melainkan persoalan serius menyangkut independensi lembaga negara.

“LLDikti itu pengawas, bukan pemain. Kalau keluarga pejabatnya duduk di yayasan yang diawasi, di mana batas etiknya? Ini bukan lagi soal persepsi, ini soal benturan kepentingan yang nyata,” tegas Koordinator Aksi GUNTUR, Fachturozy.Menurutnya, relasi kuasa semacam itu membuka ruang penyalahgunaan wewenang dan merusak kepercayaan publik terhadap sistem pengawasan pendidikan tinggi.

Dugaan KIP Kuliah Dinilai ‘Gelap’

Isu konflik kepentingan tersebut, menurut massa aksi, berkaitan erat dengan persoalan lain yang lebih krusial. Penyaluran dana KIP Kuliah yang merupakan program nasional yang seharusnya menjadi jaring pengaman bagi mahasiswa miskin justru dinilai dikelola secara tertutup dan minim akuntabilitas.

Koordinator aksi lainnya, Haris Hasibuan, menyebut LLDikti Wilayah I gagal menjalankan prinsip transparansi dalam pengelolaan dana KIP Kuliah. “KIP Kuliah itu uang negara untuk mahasiswa miskin, bukan dana siluman. Kalau data penerima disembunyikan, alur dana tidak dibuka, maka kecurigaan publik itu sah. Jangan salahkan mahasiswa kalau kami menduga ada permainan kotor,” kata Haris  lantang.

GUNTUR menyoroti tidak terbukanya data jumlah penerima, asal perguruan tinggi, hingga mekanisme penetapan mahasiswa penerima KIP Kuliah. Kondisi ini dinilai bertentangan langsung dengan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.“Kalau semua bersih, kenapa takut membuka data? Transparansi itu kewajiban, bukan kemurahan hati pejabat,” lanjut Haris.

Mahasiswa juga mengaku menerima banyak laporan dari penerima KIP Kuliah di berbagai perguruan tinggi yang mengalami keterlambatan pencairan dana, pemotongan tidak jelas, hingga tidak adanya saluran pengaduan resmi di tingkat LLDikti.

Dalam aksinya massa GUNTUR menyampaikan sejumlah tuntutan tentang dugaan konflik kepentingan yang melihatkan Kepala LLDikti Wilayah 1 yakni Prof. Dr. Saiful Anwar Matondang, MA, Ph.D. dan anak kandungnya yang berperan aktif di dalam kepengurusan Yayasan Pendidikan Unggul Khairul Ummah. 

"Maka dari ini kami menyampaikan kami menyampaikan surat ini, sebagai bentuk aku dan aspirasi mahasiswa yang peduli Serhadap transparansi serta akuntabilitas penyaluran dana KIP. 

"Sebagai bagian dari aksi tuntutan terhadap transparansi dan akuntabilitas penyaluran KIP Kuliah, kami menyampaikan beberapa tuntutan yang didasarkan pada peraturan perundang-undangan yang berlaku," tegasnya.

Ada pun, tuntutan massa aksi tersebut, yakni ; Pertama membuka informasi data penerima KIP Kuliah transparan dan akuntabel, tanpa melanggar data pribadi, meliputi jumlah penerima, perguruan tinggi asal, serta mekanisme penetapan penerima. 

"Landasan hukum Pasal 3 dan Paul 11 Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, yang menyatakan bahwa informasi publik wajib dibuka untuk menjamin transparansi dan akuntabilitas lembaga publik," katanya. 

Kedua, menjelaskan secara terbuka alur penyaluran dana KIP Kuliah dari pemerintah hingga ke mahasiswa penerima dengan landasan hukum, yakni Pasal 4 ayat (1) UU No. 14 Tahun 2008, yang menjamin hak setiap warga negara untuk memperoleh informasi public.

Ketiga, melakukan pengawasan dan evaluasi terhadap pelaksanaan penyaluran KIP Kuliah di perguruan tinggi guna memastikan bantuan tepat sasaran, dengan landasan hukum, pasal 34 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang menyatakan bahwa pemerintah dan pemerintah daerah wajib menjamin serveferiggaranya pendidikan yang adil dan merata.

Keempat, memberikan akses informasi dan ruang pengaduan yang jelas bagi mahasiswa terkait permasalahan KIP Kuliah, dengan landasan hukum, yaitu Pasal 10 Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik, yang mewajibkan penyelenggara layanan pobük memberikan informasi yang mudah diakses oleh masyarakat.

Kelima, menjamin prinsip keadilan, non diskriminasi, dan keberpihakan kepada mahasiswa kurang mampu dalam penetapan penerima KIP Kuliah, dengan landasan hukum, yaitu pasal 31 ayat (1) dan (2) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, yang menegaskan hak setiap warga negara untuk memperoleh pendidikan serta kewajiban negara.

Pantauan Wartawan di lapangan, aksi sempat berlangsung panas. Kepala LLDikti Wilayah I tidak hadir menemui massa. Sejumlah pejabat LLDikti yang berada di lokasi menyampaikan bahwa pimpinan tidak berada di tempat dan meminta tuntutan disampaikan melalui mekanisme administrasi.Jawaban tersebut justru memicu kemarahan massa. Mahasiswa menilai absennya pimpinan sebagai bentuk penghindaran tanggung jawab moral dan publik.

“Kalau pemimpinnya berani, hadapi mahasiswa. Jangan sembunyi di balik meja birokrasi,” teriak massa aksi, yang juga menuntut pencabutan gelar guru besar Prof. Saiful Anwar Matondang karena dinilai mencederai etika akademik.

Menyikapi aksi GUNTUR yang mulai memanas, Kabag Umum, Suban dan pejabat Humas LLDikti Wilayah I Sumut, mewakili kepala LLDikti Wilayah I berdialog langsung dengan massa GUNTUR. Keduanya berjanji,  akan memberikan semua data yang diminta massa GUNTUR terkait data KIP.

“Hari ini akan kami siapkan 10 item yang adik-adik mahasiswa minta terkait data KIP, beri kami waktu hingga pukul 16.00.WIB hari ini,” tegas Suban seraya memohon kesabaran para mahasiswa menunggu. Namun, massa GUNTUR tidak puas karena data mahasiswa dan kampus pemenerima KIP di Sumut yang diberikan pihak LLDikti tidak sesuai dengan yang diminta massa GUNTUR.  Artinya tuntutan massa GUNTUR tidak bisa dijawaB  pihak LLDikti.

Ancaman Eskalasi Aksi

Dari LLDikti, aksi berlanjut ke Kejatisu, aksi ini merupakan lanjutan dari demonstrasi massa GUNTUR di Kantor Kejatisu pada 8 Januari 2026. Hampir satu bulan berlalu, mahasiswa menilai tidak ada informasi perkembangan berarti maupun penjelasan terbuka dari pihak LLDikti Wilayah I.

Karena itu, GUNTUR secara tegas meminta Kejatisu tidak berhenti pada laporan semata. “Kami datang ke Kejaksaan bukan untuk formalitas. Jika ada dugaan korupsi dan penyalahgunaan kewenangan, maka tugas aparat penegak hukum untuk membongkarnya. Jangan biarkan pendidikan tinggi menjadi ladang bancakan para elit LLDikti,” ujar Fachturozy dan  Haris Hasibuan silih berganti.

Mereka menegaskan aksi ini bukan akhir. Jika tidak ada klarifikasi terbuka dan langkah konkrit, mahasiswa memastikan akan terus mengawal kasus ini melalui jalur hukum dan tekanan publik berkelanjutan.

“Ini bukan serangan personal. Ini perlawanan terhadap sistem yang gelap. Jika pengawasan pendidikan dikuasai konflik kepentingan dan dana mahasiswa miskin dijadikan bancakan, maka yang dirampok adalah masa depan,” pungkas Haris .

Di Kejatisu, massa GUNTUR diterima langsung Kasipenkum Kejatisu, Rizaldi didampingi sejumlah pejabat Kejatisu. Mereka mengatakan, kasus dugaan korupsi KIP yang diduga menyeret kepala LLDikti Wilayah I Sumut sudah diterima dan sudah membentuk tim menangani kasus tersebut.

“Tidak benar kasus ini berhenti, tim kami sedang mendalami dan kami pastikan Kejatisu berkomitmen mengusut tuntas kasus tersebut, tidak ada di negara ini yang kebal hukum, ” tegas Rizaldi. Usai mendengar jawaban Kasipenkum tersebut, massa GUNTUR membubarkan diri dengan tertib, namun berjanji akan kembali menggelar aksi jika batas toleransi tidak  ada progress kasus itu, sebab massa GUNTUR tidak puas terhadap lambannya penanganan kasus dugaan korupsi KIP yang mereka laporkan sebulan lalu. (Rl/R.Harefa)

Share:

Hari Pertama Ops Keselamatan Toba 2026, Sat Lantas Polres Tanah Karo Sosialisasi di Terminal Kabanjahe

SumutJaya.com,Tanah Karo (Sumut)- Hari pertama pelaksanaan Operasi Keselamatan Toba 2026, Satuan Lalu Lintas Polres Tanah Karo melaksanakan kegiatan sosialisasi tertib berlalu lintas di Terminal Kabanjahe, Senin (02/2/2026) sekira pukul 11.00 WIB.

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kasat Lantas Polres Tanah Karo, AKP Andita Sitepu, S.H., M.H, bersama personel Sat Lantas. Sosialisasi dilakukan dengan memberikan imbauan secara humanis kepada para pengendara dan sopir angkutan umum yang berada di area terminal.

Selain memberikan imbauan lisan, petugas juga membentangkan spanduk keselamatan berlalu lintas serta membagikan leaflet dan stiker berisi pesan keselamatan kepada masyarakat pengguna jalan.

Dalam kegiatan itu, petugas juga mendapati sejumlah masyarakat yang tidak menggunakan helm saat berkendara. Menyikapi hal tersebut, Kasat Lantas langsung memberikan teguran secara persuasif sebagai bentuk edukasi agar pengendara lebih disiplin dan patuh terhadap aturan lalu lintas.

Kasat Lantas Polres Tanah Karo, AKP Andita Sitepu, S.H., M.H, menyampaikan bahwa Operasi Keselamatan Toba 2026 bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat dalam berlalu lintas.

“Melalui operasi ini, kami mengimbau seluruh masyarakat agar selalu mematuhi peraturan lalu lintas. Tujuannya adalah untuk keselamatan bersama dan menghindari terjadinya fatalitas akibat kecelakaan lalu lintas,” ujarnya.

Ia menambahkan, kegiatan sosialisasi akan terus dilakukan selama Operasi Keselamatan Toba 2026 berlangsung, dengan mengedepankan pendekatan edukatif dan humanis, sehingga tercipta budaya tertib berlalu lintas di wilayah hukum Polres Tanah Karo.

( Sumber : Humas / Red )


Korwil-RI : Jan Gt

Share:

01 Februari 2026

MENUJU LATSAR, CPNS RUTAN KELAS I LABUHAN DELI FOKUS PERSIAPAN ADMINISTRASI

SumutJaya.com, Labuhan Deli. -Dalam rangka mempersiapkan kelengkapan Administrasi para CPNS  perlu pelatihan dasar bagi calon pegawai Rutan.

Oleh karna itu Rutan Kelas I Labuhan Deli terus menunjukkan komitmen dalam mencetak aparatur pemasyarakatan yang profesional dan berintegritas. Sejumlah Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Rutan Kelas I Labuhan Deli tampak fokus mengikuti rangkaian persiapan administrasi sebagai bagian dari tahapan menuju Pelatihan Dasar (Latsar).

Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan seluruh dokumen dan administrasi CPNS tersusun dengan baik, tertib, dan sesuai ketentuan yang berlaku. Dengan pendampingan serta arahan yang tepat, para CPNS dibekali kesiapan awal sebelum mengikuti proses pembentukan karakter, kedisiplinan, serta nilai-nilai dasar ASN.

Melalui persiapan yang matang, diharapkan para CPNS mampu mengikuti Latsar dengan optimal dan kelak menjadi insan pemasyarakatan yang berintegritas, profesional, serta siap memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

(Riil/Tim)

Share:

Golkar Sumut Aklamasi Andar Amin Harahap sebagai Ketua DPD 2025-2030

SumutJaya.com, Medan. – Musyawarah Daerah (Musda) ke-XI Partai Golkar Sumatera Utara resmi menetapkan Andar Amin Harahap sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Sumut untuk masa bakti 2025-2030 melalui mekanisme aklamasi.

Penetapan dilakukan dalam sidang pleno yang digelar di JW Marriott Hotel Jalan Putri Hijau, Medan, pada Minggu (1/2/2026). Andar dinyatakan sebagai satu-satunya calon yang memenuhi syarat (MS) setelah melalui proses penjaringan dan verifikasi ketat oleh panitia Musda. Dengan demikian, forum tidak perlu melalui pemungutan suara formal.

Dalam keputusan sidang, Andar diberikan wewenang penuh untuk menyusun dan menetapkan komposisi kepengurusan DPD Golkar Sumut periode 2025-2030 bersama tim formatur yang ia bentuk. Ia juga dimandatkan bersama Ketua Dewan Pertimbangan Golkar Sumut untuk menyusun susunan personalia Dewan Pertimbangan periode yang sama.

Keputusan ini mulai berlaku sejak ditetapkan di Medan pada 1 Februari 2026, menandai awal penataan ulang struktur organisasi partai di tingkat provinsi hingga kabupaten/kota.

Sidang Musda dipimpin langsung Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar, Hakim Kamaluddin, didampingi pimpinan sidang lainnya termasuk Syamsul Qamar, Hakim Qomaruddin, Fernando, Mangatas Silalahi, dan Masni.

Terpilihnya Andar secara aklamasi mencerminkan konsolidasi politik yang solid di tubuh Golkar Sumut. Langkah ini menjadi titik tolak penguatan mesin partai menjelang agenda strategis ke depan, termasuk persiapan kontestasi politik di daerah. (*)

■Fajar Trihatya

Share:

Aksi Massa Sempat Ganggu sejenak Musda XI Golkar Sumut namun Tetap Aman Terkendali

SumutJaya.com, Medan. 1 Februari 2026 – Aksi Sekelompok massa diduga sempat melakukan aksi dengan melempar batu dan petasan ke area Hotel JW Marriott Medan, tepat saat Musyawarah Daerah (Musda) XI Partai Golkar Sumatera Utara berlangsung, Minggu malam ini. Insiden ini sempat memicu kepanikan di kalangan peserta, meski forum sidang tetap berjalan lancar namun tetap aman dan terkendali, Minggu (1/2).

Pantauan di lokasi menunjukkan, suara ledakan petasan dari luar hotel memicu peserta di lantai tiga berlarian keluar ruang sidang. Mereka berdesakan turun ke lantai dasar untuk memastikan keamanan, sementara ratusan orang bergerak ke Jalan Putri Hijau mencari sumber ledakan. Di simpang Jalan Perintis Kemerdekaan, massa sempat berupaya blokir jalan untuk buru pelaku.

Kepolisian cepat tanggap. Puluhan personel dikerahkan mengamankan perimeter hotel dan area Musda, mencegah eskalasi ke gangguan keamanan lebih besar. Hingga berita ini diturunkan, situasi terkendali tanpa laporan tidak ada korban jiwa atau kerusakan signifikan.

Sekretaris Steering Committee (SC) Musda XI Golkar Sumut, Muhammad Asril, menegaskan tak ada keributan di dalam forum. "Di dalam sidang tidak ada keributan. Semua tahapan berjalan sesuai rencana. Panitia hanya minta pihak luar yang bukan peserta atau peninjau resmi menyesuaikan diri demi kelancaran," ujar Asril saat ditemui wartawan.

Asril menilai dinamika ini wajar dalam demokrasi internal Partai Golkar. "Dinamika luar biasa ini mencerminkan kehidupan  sehat, selama dalam koridor organisasi. Kami apresiasi masyarakat yang mengawal Musda XI ini," tambahnya. Ia juga sebut seluruh kader sudah diarahkan menjaga kondusivitas sesuai instruksi Plt Ketua DPD Golkar Sumut.

Insiden ini menambah catatan dinamika Musda Golkar Sumut yang telah menarik perhatian publik. Polisi terus selidiki identitas massa pelaku untuk cegah kejadian serupa. (Fajar)

Share:

Polres Tanah Karo Laksanakan Pengawasan Pengamanan Ibadah Gereja di Kabanjahe

SumutJaya.com, Tanah Karo (Sumut). – Guna memastikan pelaksanaan ibadah umat Nasrani berjalan aman dan kondusif, Polres Tanah Karo melaksanakan pengecekan serta pengawasan terhadap personel pengamanan gereja di seputaran Kota Kabanjahe, Minggu (01/02/2026).

Kegiatan pengawasan tersebut dilaksanakan sekira pukul 08.30 WIB oleh personel piket fungsi dan Sipropam Polres Tanah Karo dengan Pawas AKP Maurist G.H. Sinaga, S.H, serta Padal IPDA Sofian A. Damanik, S.H dan IPDA Jefriando Sinaga, S.H.

Dalam kegiatan tersebut, Pawas dan Padal melakukan pengecekan langsung ke sejumlah gereja untuk memastikan kehadiran personel pengamanan, kesiapsiagaan anggota, serta kelengkapan pengamanan sesuai dengan standar operasional prosedur yang telah ditetapkan.

Selain melakukan pengawasan terhadap personel, petugas juga berkoordinasi dengan pengurus gereja guna memastikan situasi keamanan dan ketertiban selama pelaksanaan ibadah berlangsung dengan lancar.

Kapolres Tanah Karo melalui Pawas menyampaikan bahwa pengamanan dan pengawasan ini merupakan bentuk pelayanan Polri dalam memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat, khususnya umat Kristiani yang sedang melaksanakan ibadah.

“Polres Tanah Karo berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat serta menjamin kebebasan beribadah dalam suasana yang aman, tertib, dan kondusif,” ujarnya.

Hingga kegiatan berakhir, situasi kamtibmas di seputaran Kota Kabanjahe terpantau aman dan kondusif, serta seluruh rangkaian ibadah gereja berlangsung dengan lancar tanpa adanya gangguan keamanan.

( Sumber : Humas/ Red )       


Korwil- RI : Jan Gt

Share:

BERITA UTAMA

Dugaan Ketidaktepatan Penggunaan Dana BOS di SDN 054938 Langkat, Bendahara Akui Belum Ada Rincian Pengeluaran

SumutJaya.com, Langkat. – Warga di sekitar SDN Negeri 054938 Jalan Piturah, Paya Glugur Alur Dua, Kecamatan Sei Lepan, Kabupaten Langkat, S...

Image

PASANG IKLAN DI SINI

Image

Arsip Blog

PASANG IKLAN DI SINI

Image
Image