Komitmen itu terlihat langsung di lapangan. Rico Waas turun langsung mengecek progres pengerjaan drainase, berdialog dengan pekerja, konsultan, dan warga. Ia menekankan agar pengerjaan segera dibereskan.
> "Oke segeralah diberesin. Siap. Ya. Siap. Biar selesai," tegas Rico Waas di lokasi.
Pembangunan drainase ini bukan sekadar proyek fisik, tapi solusi untuk genangan yang selama ini bisa merendam rumah warga hingga sepinggang bahkan sedada saat hujan deras.
*7 Titik Fokus Pembangunan Drainase:*
*1. Jl. Garu II, Medan Amplas*
Pengerjaan U-Ditch di kawasan padat penduduk yang sering tergenang. Alat berat dikerahkan untuk mempercepat penggalian dan pemasangan box culvert.
*2. Jl. Ismailiyah, Medan Area*
Saluran lama dibongkar dan diperbesar. Drainase baru ini diharapkan mengurai limpasan air yang menumpuk di kawasan tersebut.
*3. Jl. Gaperta, Medan Helvetia*
Ini salah satu proyek terbesar. Drainase lama ukuran 80 cm diperbesar menjadi U-Ditch 120 cm x 140 cm dengan panjang 1.047 meter. Membentang dari Simpang Jl. Kapten Muslim hingga Simpang Jl. Beringin. Pemko juga berkoordinasi dengan PLN untuk pergeseran tiang listrik.
*4. Jl. Pasar I, Medan Helvetia*
Membangun drainase raksasa 670 meter dengan lebar 160 cm di Kelurahan Cinta Damai. Proyek ini akan menyelamatkan 1.800 KK di Komplek Bumi Asri dan Lingkungan 1 & 7 yang selama ini banjir hingga pinggang. Alirannya diarahkan ke Sungai Badera.
*5. Jl. Makmur, Medan Barat*
Pembangunan 385 meter dengan spesifikasi beton 100 x 120 cm berbentuk letter L sampai ke arah rel Kereta Api Jl. Adam Malik. Fokus untuk atasi banjir tahunan di Jl. Makmur, Jl. Setia dan Jl. Rela.
*6. Jl. Bhayangkara, Medan Tembung*
Pengerjaan U-Ditch 714 meter di Kelurahan Indra Kasih menuju Jl. William Iskandar dengan ukuran 140 cm. Nantinya ada 3 drainase di Tembung yang alirannya dibuang ke Sungai Kera.
*7. Jl. Sei Asahan, Medan Selayang*
Proyek 505 meter (lanjutan dari 200 meter sebelumnya) di kawasan cekungan. Dibagi dua aliran, ke Sei Putih dan Sei Selayang untuk meminimalisir beban air.
Rico Waas menegaskan pembangunan ini adalah hasil kolaborasi pemerintah dan masyarakat. Warga yang bangunannya berada di atas drainase pun telah sepakat dibongkar demi kelancaran air.
Target Pemko Medan, seluruh pengerjaan drainase ini rampung pada akhir Desember 2026. Langkah ini diharapkan menjadi solusi permanen agar Medan bebas dari predikat langganan banjir. Pantau Publik di lapangan keselarasan Pemimpin dibawah komando walikota Rico Waas. dan perangkat kerja Seluruh OPD. Untuk terus memantau hasil kerja dilapangan agar infrastruktu menjadi baik. Sesuai mekanisme. Sebagai pengguna Anggaran Dinas SDABMBK Kota Medan. Khairul Azmi memiliki tanggung jawab yang tinggi untuk menjadikan pembangunan infrasyruktur Jalan Dan drenase di wilayah kota medan menjadi baik dan tepat sasaran. Sebagaimana jabatan Khairul Azmi yang masih terbilang baru . Telah berdampak fositif diliat dari hasil kerja monitoring kelapangan Untuk terus melakukan terobosan dan memantau hasil kerja yang tentunya harus lebih maksimal dalam mengaatasi banjir di kota medan. Sehingga masyarakat menjadi nyaman ( Red team)







