Upaya konfirmasi oleh wartawan ke nomor WhatsApp dan sambungan telepon yang diduga milik ACP tidak mendapat respons. Pesan dan panggilan tidak dibalas hingga berita ini diterbitkan.
Menanggapi beredarnya video tersebut, salah seorang senior organisasi yang enggan disebutkan nama lengkapnya dan hanya menyebut inisial ZS, mengaku telah melakukan komunikasi internal. Menurut ZS, ACP mengakui bahwa dirinya adalah orang yang tampil dalam video tersebut.
“Yang bersangkutan telah mengakui kebenaran video yang beredar,” kata ZS ketika dihubungi wartawan, tanpa merinci waktu dan konteks pengakuan.
Setelah pengakuan tersebut, pengurus organisasi mengambil langkah internal dan memanggil ACP untuk menjelaskan kronologi. Dalam pertemuan pengurus, ZS menyampaikan bahwa hasil rapat memutuskan meminta ACP untuk mengundurkan diri dari jabatannya atau menerima pemberhentian dari pengurus.
“Hasil tersebut telah dilaporkan ke wilayah dan menjadi agenda khusus untuk dibahas,” ujar ZS didampingi sejumlah pengurus lain, seraya menegaskan bahwa pimpinan wilayah akan memproses langkah lanjutan sesuai mekanisme organisasi.
Sumber internal menyebutkan keputusan sementara itu ditempuh untuk menjaga nama baik organisasi dan menegakkan kode etik bagi kader. Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari pihak wilayah maupun ketua umum organisasi terkait tindak lanjut rekomendasi pengurus daerah.
Ketua atau pihak berwenang setempat serta ACP berpeluang memberikan klarifikasi lebih lanjut jika diminta. Wartawan akan terus memantau perkembangan dan mengupayakan konfirmasi resmi dari pihak wilayah dan yang bersangkutan.
Berita ini disusun berdasarkan rekaman video yang beredar serta pernyataan pengurus setempat. Upaya konfirmasi kepada pihak yang bersangkutan dilakukan tetapi belum membuahkan respons. (AMB)







