Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mendukung pemulihan sektor pendidikan bagi anak-anak yang terdampak banjir. Bantuan diprioritaskan kepada anak-anak yang belum menerima tas sekolah pada pendistribusian sebelumnya, sehingga seluruh anak memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh perlengkapan belajar yang layak.
Sebanyak 69 anak di Desa Pengidam dan 46 anak di Desa Rantau Bintang menerima bantuan berupa satu tas sekolah dan satu pouch bag. Penyaluran dilakukan di kantor desa masing-masing dengan melibatkan pemerintah desa, relawan, serta tim dari PKPA dan Yayasan Sinergi Berkelanjutan Indonesia.
Dalam sambutannya, Miswar, Datok Penghulu Desa Rantau Bintang, menyampaikan apresiasi atas perhatian yang terus diberikan kepada masyarakatnya meskipun telah memasuki delapan bulan pascabencana.
“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada PKPA dan Yayasan Sinergi Berkelanjutan Indonesia atas kepeduliannya kepada anak-anak di desa kami. Delapan bulan setelah banjir melanda, masih ada relawan dan lembaga yang hadir memberikan dukungan. Bantuan ini bukan hanya berupa tas sekolah, tetapi juga menjadi penyemangat bagi anak-anak untuk terus belajar dan menatap masa depan dengan optimis,” ujarnya.
Sementara itu, perwakilan Yayasan Sinergi Berkelanjutan Indonesia, Rangga, menyampaikan bahwa meskipun YSBI merupakan yayasan yang relatif baru, pihaknya memiliki komitmen untuk terus berkontribusi dalam kegiatan kemanusiaan dan pembangunan berkelanjutan.
“Kami percaya bahwa proses pemulihan pascabencana tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fisik, tetapi juga memastikan anak-anak tetap memiliki semangat untuk belajar. Kami berharap bantuan ini dapat memberikan manfaat dan menjadi bagian dari upaya bersama untuk mempercepat pemulihan masyarakat Aceh Tamiang,” ungkapnya.
Yang menarik, tas sekolah yang disalurkan merupakan produk hasil upcycling limbah tekstil berkualitas, seperti bahan jeans dan kain sejenis, yang diolah kembali menjadi tas ransel dan pouch bag. Selain memenuhi kebutuhan perlengkapan sekolah, bantuan ini juga membawa pesan penting tentang kepedulian terhadap lingkungan melalui pemanfaatan kembali material yang masih memiliki nilai guna.
Sebagai lembaga filantropi yang mengusung semangat kolaborasi dan keberlanjutan, Yayasan Sinergi Berkelanjutan Indonesia (YSBI) berkomitmen menghadirkan dampak sosial yang berkelanjutan melalui berbagai program di bidang pendidikan, lingkungan, pemberdayaan masyarakat, dan respons kemanusiaan. Kolaborasi dengan PKPA dalam penyaluran bantuan ini menjadi salah satu bentuk nyata komitmen tersebut untuk mendukung pemulihan masyarakat terdampak bencana sekaligus mendorong praktik yang lebih ramah lingkungan.
Melalui sinergi antara PKPA, Yayasan Sinergi Berkelanjutan Indonesia, pemerintah desa, dan masyarakat, diharapkan anak-anak terdampak banjir dapat kembali menjalani proses belajar dengan lebih percaya diri. Dukungan ini menjadi pengingat bahwa proses pemulihan pascabencana tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga pada pemenuhan hak-hak anak untuk memperoleh pendidikan yang layak serta masa depan yang lebih baik. (rl/Dafi)







