Sebanyak 195 peserta mengikuti kegiatan ini, yang terdiri dari 50 orang lansia dan ibu hamil, 47 orang remaja, serta 98 balita. Seluruh peserta memperoleh layanan kesehatan sesuai kelompok sasaran, mulai dari pemeriksaan kesehatan, pemantauan tumbuh kembang balita, pemantauan kesehatan ibu hamil, hingga edukasi kesehatan yang disampaikan oleh tenaga kesehatan dan kader Posyandu. Sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan status gizi masyarakat, setiap peserta juga menerima Pemberian Makanan Tambahan (PMT) yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing kelompok, yaitu balita, remaja, ibu hamil, dan lansia.
Selain penyelenggaraan layanan Posyandu, PKPA melalui dukungan ToGETHER juga menyerahkan bantuan berupa peralatan pendukung Posyandu dan layanan pemeriksaan kesehatan kepada Pemerintah Desa Pantai Cempa. Bantuan tersebut meliputi timbangan bayi, timbangan berat badan, alat ukur tinggi badan, alat Auto Check untuk pemeriksaan kesehatan, alat pemeriksaan kadar gula darah, serta beberapa peralatan pendukung lainnya yang dibutuhkan dalam penyelenggaraan layanan kesehatan dasar di tingkat desa.
Dukungan tersebut merupakan bagian dari upaya pemulihan layanan kesehatan pascabanjir, mengingat sebagian besar peralatan Posyandu sebelumnya mengalami kerusakan akibat bencana banjir yang melanda wilayah tersebut. Dengan tersedianya kembali sarana pendukung yang memadai, diharapkan layanan Posyandu dapat kembali berjalan secara optimal, meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat, serta mendukung pemantauan kesehatan dan status gizi balita, ibu hamil, remaja, lansia, dan kelompok rentan lainnya secara berkelanjutan.
Kepala Desa Pantai Cempa, Sabri, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Yayasan Pusat Kajian dan Perlindungan Anak (PKPA) melalui dukungan ToGETHER atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, dukungan yang diberikan tidak hanya membantu mengaktifkan kembali layanan Posyandu, tetapi juga memperkuat pelayanan kesehatan bagi masyarakat desa.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada PKPA melalui dukungan ToGETHER atas pelaksanaan kegiatan ini, khususnya bantuan peralatan pendukung Posyandu dan layanan pemeriksaan kesehatan. Sebagian besar perlengkapan Posyandu kami sebelumnya mengalami kerusakan akibat banjir sehingga tidak lagi dapat digunakan. Bantuan ini sangat berarti bagi masyarakat karena memungkinkan layanan Posyandu kembali berjalan dengan baik dan memberikan pelayanan kesehatan yang lebih optimal kepada balita, ibu hamil, remaja, lansia, serta masyarakat secara umum,” ujar Sabri.
Ia juga berharap masyarakat Desa Pantai Cempa terus berpartisipasi aktif dalam setiap pelaksanaan Posyandu dengan membawa balita, memeriksakan kehamilan, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin bagi remaja dan lansia. Menurutnya, pemeriksaan kesehatan yang dilakukan secara berkala merupakan langkah penting dalam mendeteksi kondisi kesehatan sejak dini sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Melalui kolaborasi bersama pemerintah desa, tenaga kesehatan, kader Posyandu, dan masyarakat, PKPA bersama dukungan ToGETHER terus berkomitmen mendukung pemulihan pascabencana melalui penguatan layanan kesehatan masyarakat. Upaya ini menjadi bagian dari komitmen untuk membangun masyarakat yang lebih sehat, tangguh, dan siap menghadapi berbagai tantangan di masa mendatang. (Dafi)







