14 Juli 2026

Tritura Apresiasi PPKS Kenalkan Serangga Penyerbuk Baru Asal Tanzania

SumutJaya.com, Medan. – Ketua LSM Tritura, Idris Johansyah, Senin (14/7), mengapresiasi langkah Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) Medan yang terus melakukan inovasi dan pengembangan riset guna meningkatkan produktivitas perkebunan kelapa sawit nasional.

Apresiasi tersebut disampaikan Idris menyusul pengenalan hasil riset biologis terbaru PPKS Medan berupa uji coba serangga penyerbuk kelapa sawit yang didatangkan dari Tanzania. Terobosan itu dinilai menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan pembentukan buah pada tandan atau fruit set kelapa sawit.

Menurut informasi yang berkembang, penggunaan serangga penyerbuk tersebut diklaim mampu membantu proses penyerbukan atau perkawinan bunga sawit secara alami. Kehadiran serangga penyerbuk diharapkan dapat mengoptimalkan pembentukan buah sehingga berdampak terhadap peningkatan hasil panen.

“Ini merupakan terobosan riset yang patut diapresiasi. PPKS Medan harus terus menjadi pusat lahirnya inovasi yang benar-benar memberikan manfaat bagi industri sawit, terutama petani dan perkebunan rakyat,” kata Idris.

Idris menilai peningkatan produktivitas kelapa sawit tidak selamanya harus dilakukan melalui perluasan areal perkebunan. Penguatan riset, penggunaan bahan tanaman unggul dan inovasi biologis dinilai dapat menjadi solusi meningkatkan produksi dari lahan yang telah tersedia.

Namun, Idris mengingatkan setiap introduksi serangga penyerbuk dari luar negeri harus melalui tahapan penelitian, karantina dan pengawasan yang ketat. Kajian terhadap dampak lingkungan dan keseimbangan ekosistem lokal, menurutnya, tidak boleh diabaikan.

“Jangan hanya mengejar peningkatan fruit set. Aspek keamanan hayati dan dampak jangka panjang terhadap lingkungan juga harus benar-benar dikaji secara ilmiah dan transparan,” tegasnya.

LSM Tritura berharap hasil uji coba tersebut nantinya dapat dipublikasikan secara terbuka, termasuk tingkat efektivitas serangga penyerbuk Tanzania dibandingkan serangga penyerbuk yang selama ini digunakan pada perkebunan kelapa sawit Indonesia.

Idris juga meminta pemerintah dan pelaku industri sawit memberikan dukungan terhadap riset-riset PPKS Medan. Menurutnya, Indonesia sebagai salah satu produsen kelapa sawit terbesar dunia harus memiliki kekuatan riset dan teknologi sendiri dalam menjaga produktivitas serta keberlanjutan industri sawit nasional.

“Kalau hasil penelitian ini terbukti efektif dan aman, tentu harus dikembangkan secara terukur. Kita berharap inovasi PPKS tidak berhenti di laboratorium, tetapi benar-benar dapat dirasakan petani

Share:

BERITA UTAMA

Tritura Apresiasi PPKS Kenalkan Serangga Penyerbuk Baru Asal Tanzania

SumutJaya.com, Medan. – Ketua LSM Tritura, Idris Johansyah, Senin (14/7), mengapresiasi langkah Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) Medan y...

Image

PASANG IKLAN DI SINI

Image

Arsip Blog

PASANG IKLAN DI SINI

Image
Image