Tim Media Sumut24.com melakukan kunjungan langsung ke lokasi sekolah di Jalan Trans Blok M, Telaga Jernih, pada Kamis (22/1/2026). Sayangnya, tim tidak berhasil bertemu dengan ketiga kepala sekolah yang dimaksud. Hanya oknum Tata Usaha (TU) sekolah yang bersedia ditemui.
Ketika ditanya alasan sulitnya bertemu kepala sekolah, oknum TU mengaku tidak mengetahui keberadaan mereka. "Ada salah satu kepsek lagi cuti karena habis melahirkan," ujarnya kepada kru media. Ia juga menyebutkan jumlah siswa di ketiga sekolah: SD IT Nusa Indah sekitar 158 siswa, SMP Swasta Nusa Indah sekitar 214 siswa, dan SMK Swasta Nusa Indah sekitar 175 siswa.
Tim media juga menanyakan mengapa tidak ada papan rincian dana BOS di ketiga sekolah. "Kalau masalah belum dibuatnya papan rincian dana BOS oleh oknum kepsek, saya tidak tahu," jawab oknum TU. Permintaan untuk menghubungi Pak Kamal selaku penanggung jawab yayasan juga sia-sia; telepon tidak diangkat dan pesan chat tidak dibalas.
Saat berkeliling, tim mendapati kondisi sekolah memprihatinkan. Banyak asbes atap yang rusak, pintu-pintu hancur, dan bangunan terlihat tidak layak huni. Kondisi ini memicu dugaan bahwa dana BOS selama ini "ditelan" oleh oknum kepsek dan Wakil Ketua Yayasan Nusa Indah berinisial KML.
Sekretaris DPC LSM KPK RI Joni, didampingi Hasan Ambran, menyerukan aparat penegak hukum, khususnya Polda Sumut dan Kejatisu, untuk segera memanggil dan memeriksa ketiga oknum kepsek serta wakil ketua yayasan. "Dana BOS tidak tepat sasaran dan diduga diselewengkan. Ini harus diusut tuntas demi kepentingan siswa dan pendidikan di Langkat," tegas Joni.
Hingga berita ini diturunkan, pihak sekolah dan yayasan belum memberikan konfirmasi resmi. Kejatisu juga belum merespons desakan LSM tersebut. (Agus)






.jpg)
