Pada 17 April 2026, distribusi dilakukan di Desa Tanjung Jawa dan Desa Alue Krak Kayee, Kecamatan Langkahan. Sebanyak 133 paket shelter kit disalurkan kepada kelompok rentan, serta 178 paket hygiene kit kepada kepala keluarga guna mendukung kebutuhan kebersihan dan kesehatan pascabanjir.
Bantuan difokuskan bagi kelompok paling berisiko, seperti lansia, ibu hamil, penyandang disabilitas, serta keluarga dengan balita.
Muhammad Khadafi, Koordinator Lapangan Program SuFRA (Sumatra Floods 2025 Relief Aid), menegaskan bahwa akurasi data menjadi prioritas utama dalam distribusi bantuan.
“Kami melakukan verifikasi langsung bersama aparatur desa untuk memastikan bantuan benar-benar diterima oleh mereka yang paling membutuhkan,” ujarnya.
Program SuFRA menjangkau 10 desa di tiga provinsi, meliputi 8 desa di Aceh (6 desa di Kecamatan Sekerak, Kabupaten Aceh Tamiang, dan 2 desa di Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara), 1 desa di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, serta 1 desa di Nagari Ulakan, Sumatera Barat.
PKPA bersama Mercy Relief menegaskan komitmennya untuk terus mendorong pemulihan masyarakat melalui intervensi yang tepat sasaran, dengan fokus pada pemenuhan kebutuhan dasar dan perlindungan kelompok rentan pascabencana. (Dafi/Red)







