"Saya terbang langsung dari Jakarta setelah mendapat informasi bahwa ada delapan anak lagi yang mengaku menjadi korban pelaku," ungkap Doli, yang juga menjabat Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar dan Wakil Ketua Baleg DPR RI. Pertemuan emosional itu didampingi Ketua DPRD Asahan serta Ketua Lembaga Perlindungan Anak Asahan, Fadhli.
Dalam dialog intensif dengan para orang tua, Doli menyampaikan keprihatinan mendalam atas tragedi yang menimpa anak-anak tersebut. Ia berkomitmen tiga hal utama: pertama, mendampingi proses pemulihan trauma korban secara bersama-sama; kedua, menguatkan hati orang tua agar tak takut, malu, atau ragu mengungkap kejahatan biadab itu, bahkan mengajak orang tua korban lain ikut melapor; ketiga, mendesak pelaporan ke pihak berwajib bagi yang belum bertindak.
Sepakat setelah diskusi, Doli mengantarkan rombongan orang tua dan korban ke Kantor Polres Asahan. "Saya sudah janji dengan Kapolres untuk beri dukungan penuh agar proses hukum cepat dan tersangka dihukum seberat-beratnya. Tapi atas permintaan orang tua, saya antar mereka laporkan tambahan," tambahnya.
Doli menegaskan, anak-anak korban adalah tanggung jawab orang tua sekaligus negara dan pemerintah. "Mereka adalah anak Asahan, anak Indonesia, masa depan bangsa. Mari kita lawan 'penyakit' ini bersama masyarakat dan elemen bangsa," ajaknya.
Dihadapan awak media, Doli mengeluarkan kecaman keras. "Kepada para predator anak, saya nyatakan: saya akan hadapi kalian, siapa pun kalian. Saya akan perang melawan kalian!" tegas politisi senior ini. Kunjungan ini menunjukkan komitmen legislatif dalam perlindungan anak di tengah maraknya kasus dugaan kekerasan seksual terhadap anak-anak. (Fajar/Red)







.jpg)

