Peringatan dimulai dengan pemutaran video kilas balik sejarah PT Inalum, yang menggambarkan evolusi perusahaan sejak berdiri pada 1976. Video tersebut menyoroti kontribusi Inalum dalam mendukung industri aluminium nasional, mulai dari pembangunan pabrik smelter di Asahan hingga peran strategisnya dalam rantai pasok bahan baku industri global. Suasana haru langsung terasa saat para hadirin menyaksikan rekaman arsip yang mengenang tantangan dan pencapaian selama lima dekade.
Puncak acara ditandai dengan sambutan dari Purnabakti mantan Direktur PT Inalum, Ir. H. N.A. Setiawan. Dalam pidatonya, beliau mengenang perjuangan awal perusahaan di tengah keterbatasan sumber daya dan teknologi. "PT Inalum bukan hanya perusahaan tambang, tapi pilar pembangunan bangsa yang telah bertahan di tengah gejolak ekonomi global. HUT ke-50 ini menjadi momentum untuk generasi muda melanjutkan tongkat estafet dengan inovasi dan komitmen pada sustainability," ujar Ir. H. N.A. Setiawan, yang dikenal sebagai salah satu pionir pengembangan industri aluminium Indonesia.
Acara berlanjut dengan penyerahan plakat kenangan kepada para purnawirawan dan mitra bisnis, diikuti ramah tamah serta makan malam bersama. Direktur Utama PT Inalum, yang diwakili oleh perwakilan manajemen, menyampaikan apresiasi atas dedikasi seluruh stakeholder. "Meski sederhana, perayaan ini mencerminkan semangat resiliensi Inalum di era transformasi digital dan green industry," tambahnya.
Sebagai anak usaha holding MIND ID, PT Inalum terus memperkuat posisinya sebagai produsen alumina dan aluminium primer terbesar di Indonesia. HUT ke-50 ini juga menjadi pengingat bagi perusahaan untuk terus berinovasi menghadapi tantangan transisi energi berkelanjutan. (*)
Reporter : Rinilda







