Rangkaian acara menampilkan lomba-lomba tradisional yang akrab bagi pelajar dan warga setempat, antara lain lomba kerucut, estafet ibu dan anak, lomba sarung balon, serta lomba memasukkan paku ke dalam botol untuk bunda dan anak. Selain berfungsi sebagai hiburan, kegiatan ini dirancang untuk memperkuat ikatan sosial antarwarga, orang tua murid, tenaga pendidik, dan tokoh masyarakat, sekaligus menanamkan semangat kebersamaan sejak usia dini.
Acara dihadiri oleh unsur pimpinan Yayasan Pondok Konstitusi, antara lain Ketua Dewan Pembina Assoc. Prof. Dr. Ali Yusran Gea, SH, MKn, MH; Ketua Umum Muhammad Ali Yasin Gea, SH; serta Sekretaris Umum Agusman Gea, SH, MKn dan Bendahara Umum Annisa Ali Gea,SH,MH. Turut hadir pula Datuk Gea, SH dan Jihad Tanjung, SH selaku ketua tata usaha TK DR Ali Yusran Gea. Kehadiran tokoh pemerintahan dan organisasi masyarakat setempat memperkuat legitimasi acara, antara lain Lurah Tanjung Gusta Subarno, SH; Ketua PCM Muhammadiyah; Ketua BKM Masjid Al-Muklisin; serta perwakilan ormas dan tokoh masyarakat di Sumatera Utara. Acara juga mendapat dukungan dari CEO Staring Comite, Riski Saragih.
Dalam sambutannya, Muhammad Ali Yasin Gea,SH menyatakan kegembiraan atas suksesnya penyelenggaraan peringatan kemerdekaan di lingkungan Pondok Konstitusi. Ia menekankan pentingnya menjadikan kegiatan serupa sebagai agenda tahunan untuk mempererat silaturahmi serta menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap nilai-nilai kebangsaan dan pendidikan. “Kami berharap kegiatan ini terus berlanjut setiap tahun sebagai wujud partisipasi aktif lembaga pendidikan dan pondok dalam mengisi kemerdekaan. TK DR Ali Yusran Gea dapat mencerdaskan kehidupan masyarakat,” ujar Yasin Gea.
Kepala Sekolah TK DR Ali Yusran Gea, Sainah, SPDI, memberikan apresiasi atas dukungan berbagai pihak sehingga terselenggaranya acara HUT RI disekokah TK dengan baik. Ia menegaskan komitmen sekolah untuk meringankan beban masyarakat melalui kebijakan pendidikan yang inklusif. “Alhamdulillah, TK DR Ali Yusran Gea memberikan layanan pendidikan tanpa biaya pendaftaran dan tanpa SPP maupun iuran sekolah untuk tahun ini, sebagai bentuk bantuan nyata bagi keluarga yang ingin menyekolahkan anaknya,” kata Sainah dalam sambutannya di sekolah, Jalan Bakti Selatan, Medan, Senin (17/8).
Partisipasi aktif orang tua murid, tenaga pendidik/guru, serta tokoh masyarakat dan organisasi memperkuat makna perayaan sebagai wahana pembentukan karakter dan solidaritas sosial. Selain lomba dan sambutan, panitia menyediakan ruang dialog antara pengurus yayasan, pendidik, dan warga untuk membahas program-program pendidikan yang pro-rakyat dan berorientasi pada pemberdayaan komunitas.
Dengan berakhirnya rangkaian kegiatan pada hari itu, panitia menyatakan harapan agar momentum 17 Agustus menjadi pemicu berkelanjutan bagi kolaborasi antar lembaga pendidikan, pondok konstitusi, dan masyarakat dalam upaya mencetak generasi yang berakhlak, cerdas, berpengetahuan, dan mencintai tanah air.
Acara ditutup dengan diumumkannya para pemenang lomba HUT RI dan penyerahan hadiah. (Fajar/Red)







