Dalam sambutannya, Harli Siregar menekankan pentingnya hubungan harmonis antara Kejaksaan dan pers sebagai pilar keempat demokrasi. “Pers berperan strategis menyampaikan informasi objektif dan berimbang sebagai kontrol sosial. Sinergi ini harus dijaga untuk menyampaikan kinerja Kejati Sumut kepada masyarakat,” ujarnya.
Harli mengingatkan insan pers untuk menerapkan prinsip tabayyun atau verifikasi guna cegah hoaks. “Check and re-check serta konfirmasi wajib dilakukan agar berita akurat dan bertanggung jawab. Kebebasan pers dijamin UUD 1945, tapi harus sesuai kode etik jurnalistik,” tegasnya.
Lebih lanjut, Kajati Sumut ungkap rencana program Uji Kompetensi Wartawan (UKW) bagi jurnalis yang liput Kejaksaan. “Kami targetkan minimal satu kelas, hingga lima jika memungkinkan, untuk tingkatkan profesionalisme dan daya saing,” jelas Harli. Ia juga instruksikan jajaran Kejati terbuka berikan informasi publik sesuai aturan.
Ketua PWI Sumut Farianda Putra Sinik mengapresiasi inisiatif ini. “Selama lima tahun jabatanku, baru Pak Harli yang undang buka puasa bareng insan pers,” katanya singkat.
Kegiatan ditutup pemberian bingkisan simbolis kepada anak yatim oleh Kajati Sumut, Ketua PWI Sumut, dan Ketua Forwaka Sumut. Harli tutup sambutan dengan ucapan maaf lahir batin jelang Idul Fitri serta tekankan acara murni silaturahmi tanpa muatan politik. (Fajar)







