Desakan ini muncul setelah temuan tim media yang mengonfirmasi keluhan warga bahwa oknum kepala sekolah jarang hadir di sekolah. Saat disambangi kru media di lokasi sekolah Jalan Pendidikan Pelawi Utara, sekuriti mengakui, "Beliau hari ini tidak masuk, Bang. Coba besok kemari lagi, mana tahu masuk.
"Beberapa hari kemudian, kunjungan ulang masih nihil. Sekuriti kembali menyatakan, "Setahu saya belum masuk." Tim media pun bertemu guru piket yang enggan disebut namanya. "Kepala sekolah memang jarang masuk, sesuai keluhan warga," ujarnya. Guru tersebut menambahkan, sekolah memiliki sekitar 798 siswa, namun rincian penggunaan Dana BOS hingga kini belum dibuat. "Setahu saya, plank rincian Dana BOS belum dibuat oleh kepala sekolah," katanya.
Guru itu juga mengonfirmasi masa jabatan Kepala Sekolah Tukiman yang telah memimpin hampir empat tahun. Saat ditanya soal kondisi fasilitas sekolah yang masih banyak asbes dan kaca nako pecah, ia menjawab, "Saya tidak tahu menahu. Itu urusan kepala sekolah, saya tidak mau campur.
"Ketua DPC LSM KPK RI Langkat, Agus Salim, didampingi Sekretaris Joni dan Bendahara Hasan Ambran, menyerukan tindakan cepat aparat penegak hukum. "Kejatisu dan Poldasu harus segera panggil dan periksa oknum kepala sekolah SMPN 1 Babalan. Dugaan korupsi Dana BOS terlihat dari fasilitas rusak seperti asbes dan kaca pecah," tegas Agus Salim.
Hingga berita ini diturunkan, pihak sekolah dan kepala sekolah belum memberikan konfirmasi resmi terkait tudingan tersebut. (Tim/RRd)







