Kondisi sekolah di Jalan Bambu Runcing, Kecamatan Tanjung Pura, Kabupaten Langkat, Provinsi Sumatera Utara, dilaporkan memprihatinkan. Warga dan tenaga pendidik mengeluhkan fasilitas rusak parah, seperti atap asbes bocor dan kaca jendela pecah, sehingga halaman sekolah becek saat hujan. Tim Sumut JAYA.com yang mengunjungi lokasi pada akhir pekan ini menemukan sekolah tanpa kepala sekolah definitif sejak pensiunnya Surya Putra lebih dari sebulan lalu.
Seorang guru yang enggan disebut namanya menyatakan kekecewaannya. "Selama kepemimpinan Pak Surya Putra, rincian penggunaan dana BOS tidak pernah dipasang secara transparan di sekolah," katanya dengan nada sedih. Bendahara sekolah juga mengeluhkan kesulitan mendapatkan dana operasional untuk kebutuhan dasar seperti gula dan teh, yang sering ditanggung pribadi oleh para guru.
Ketua LSM KPK RI Langkat, Agus Salim, didampingi Sekretaris Joni dan Bendahara Hasan Ambran, menyoroti dugaan ketidaktransparanan ini. "Kami prihatin dengan kondisi sekolah yang seharusnya didukung dana BOS untuk fasilitas layak," ujar Agus Salim. Hasan Ambran menambahkan, "Kami harap Kejari dan Polres Langkat segera bertindak, memastikan dana BOS digunakan tepat sasaran demi mutu pendidikan di daerah ini.
"Hingga berita ini diturunkan, Kejari dan Polres Langkat belum memberikan tanggapan resmi. LSM KPK RI mengklaim telah mengumpulkan informasi dari warga dan guru sebagai dasar desakan mereka. (Red/Tim)







