Ketua Tim Pendukung, Alox Pinem, yang juga Wakil Ketua PDK Kosgoro Sumut, menegaskan bahwa Arifin Said Ritonga merupakan pilihan tepat. "Beliau adalah Ketua Barisan Muda Kosgoro (BMK) 1957, salah satu sayap organisasi dengan 57 anggota. Arifin sudah memenuhi semua syarat, termasuk sertifikat orientasi pengkaderan yang wajib bagi setiap calon Ketua PDK," ujar Alox usai mengambil formulir atas nama Arifin, Rabu (12/2).
Alox menambahkan bahwa tim telah mengantongi dukungan minimal 30% suara pemilik hak pilih, sekitar 24 suara dari total estimasi 28 suara. Dukungan ini mencakup daerah-daerah dengan SK aktif, Barisan Muda Kosgoro, GP2K, PPK Kosgoro, Dewan Penasehat, Dewan Pakar, serta Dewan Pertimpangan Organisasi. "Kami sudah tentukan nama-nama daerah pendukung. Detailnya akan diumumkan saat perhitungan di sidang paripurna. Kami mendaftar karena yakin memenuhi syarat," tegasnya.
Dukungan penuh juga datang dari Badan Musyawarah Kosgoro 1957 (BM Kosgoro 57) Sumut. Sekretaris BMK 57, Edi Gusnadi SH, menyatakan, "Kami dukung penuh Arifin Said Ritonga maju sebagai ketua PDK. Beliau mampu membawa Kosgoro lebih baik, merangkul semua elemen pasca-Musda, jaga solidaritas internal, dan dorong pengisian pengurus baru dengan kader potensial.
Alox menyoroti rekam jejak Arifin yang selama ini turun ke grass root di BM Kosgoro. "Beliau punya visi-misi matang untuk konsolidasi dan pembangun ke depan, seperti polisi berpengalaman yang mundur untuk membangun organisasi baru," tambahnya.
Ketua Tim SC Joni Koto, Yuni Delfiani Piliang Selaku (Wakil Sekretaris), hanya menyerahkan formulir pendaftaran pada calon Ketua PDK Kosgoro 57.
Adapun Tim Steering Committee (SC) dipimpin oleh Joni Koto (Ketua), didukung Wakil SC Irfansyah Pane, Kasiman Berutu, Sadarita Ginting, dan Nuzuliati M; serta Sekretaris SC Alfan H.R. Sihombing dengan Wakil Sekretaris SC Juni Delfiani Piliang, Rheinhart Manurung, Ali Nafiah Harahap, Gandi Togi Situmeang, dan Redianto Sidi.
Musda PDK Kosgoro 1957 Sumut akan diadakan di Hotel Aryaduta Medan, diharapkan menghasilkan kepemimpinan baru yang solid, di tengah dinamika internal organisasi pasca-pemilu sebelumnya.
(Fajar Trihatya)







