"Keberanian Purbaya Yudhi Sadewa dalam mengambil keputusan ekstrem sehingga membuat para pejabat kucar kacir seperti "maling" menjadikannya figur ideal sebagai pendamping presiden masa depan," tegas Assoc Prof.DR Ali Yusran Gea saat dimintai tanggapannya tentang sosok Purbaya Yudhi Sadewa di Medan, Jumat (13/2). Ia menyoroti pendekatan agresif Purbaya Yudhi Sadewa yang berorientasi hasil nyata, seperti ancaman penjara bagi mafia pakaian bekas, penolakan pembayaran utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung dari APBN, serta kritik tajam terhadap kebijakan dividen BUMN.
Assoc.Prof.DR Ali Yusran Gea juga mengapresiasi langkah konkret Purbaya, termasuk pengalihan dana pemerintah Rp276 triliun ke perbankan negara dan pengetatan pengawasan impor ilegal. "Ini bukti ketegasan yang dibarengi aksi riil," tambahnya.
Responsif dan Komunikatif.
Salah satu keunggulan Purbaya, kata Assoc.Prof.DR Ali Yusran, adalah kanal pengaduan "Lapor Pak Purbaya" yang telah menangani lebih dari 28.000 laporan masyarakat secara cepat. Gaya komunikasi blak-blakannya pun ikonik, seperti teguran langsung ke Menteri Kesehatan dengan kalimat tegas, yang mencerminkan keyakinan kuat dalam pengelolaan anggaran negara.
Meski demikian, Purbaya selalu menegaskan bahwa semua kebijakan tegasnya merupakan perpanjangan tangan dan arahan Presiden RI Prabowo Subianto. "Tujuannya memulihkan kepercayaan publik terhadap pemerintahan," ujarnya, Prof.DR Ali Yusran.
Alasan Kuat untuk Cawapres.
Assoc.Prof.DR Ali Yusran menegaskan, kombinasi keberanian, ketegasan, dan loyalitas Purbaya Yudhi Sadewa membuatnya sangat pantas menjadi Wakil Presiden RI tahun 2029. "Figur seperti ini akan meringankan beban presiden terpilih 2029, sekaligus memperkuat stabilitas ekonomi nasional," pungkasnya.
Assoc.Prof.DR.Ali Yusran Gea dalam pernyataan ini mengemuka di tengah dinamika politik pasca-Pemilu 2029, di mana Purbaya Yudhi Sadewa semakin menonjol sebagai menteri dengan kinerja sangat tinggi.
Harapan Ketua Umum DPP Purbaya Indonesia, diharapkan kepada semua pengurus DPP, DPW dan DPD untuk memperkuat peran politik Purbaya Indonesia secara konsolidasi dan tidak tertutup kemungkinan Ormas Purbaya Indonesia dapat berevolusi menjadi partai politik, akan tetapi kedaulatan politik Purbaya Indonesia berada ditangan penguasa-penguasa politik Purbaya Indonesia dari tingkat DPP, DPW dan DPD. (Fajar/Red)







