SumutJaya.com, Medan, 14 Februari 2026 – Ketua Umum PP Himpunan Cendekiawan Muslim Nias Indonesia [HCMNI] , Assoc. Prof. Dr. Ali Yusran Gea, S.H., M.Kn., M.H. dan selaku tokoh masyarakat Nias Sumatera Utara menyampaikan apresiasi tertinggi kepada Gubernur Sumatera Utara Bobby Afif Nasution atas bantuan Rp 305 miliar untuk percepatan pembangunan Kepulauan Nias. Dana ini menargetkan pembebasan kawasan tersebut dari status daerah tertinggal menuju wilayah unggul pada 2029.
Kebijakan Gubernur Bobby Nasution ini merupakan kebijakan politik nasional yang berorientasi pada asas dekonsentrasi dalam penyelenggaraan fungsi - fungsi pemerintahan di era otonomi daerah
Dalam pernyataannya di Medan, Sabtu (14/2), Assoc.Prof. Dr. Ali Yusran Gea menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) melalui kebijakan tematik "Nias Maju 2029". "Skema ini menetapkan Gunungsitoli sebagai hubungan ekonomi dan logistik, Kabupaten Nias Selatan sebagai destinasi wisata serta budaya, sementara wilayah lain difokuskan sebagai zona produksi," adalah bentuk kepedulian dan keterpanggilan nurani Gubermur Bobby Nasution kepada masyarakat Nias
Anggaran tersebut difokuskan pada peningkatan layanan kesehatan, pendidikan, konektivitas antar-wilayah, penguatan ketahanan lokal, serta daya saing global. "Gubernur Bobby benar-benar memajukan Nias, bukan sekadar afirmasi daerah tertinggal, tapi menjadikannya daerah unggul," tambahnya.
Ketua Umum PP Himpunan Cendekiawan Muslim Nias Indonesia [HCMNI] ini juga mengajak pemerintah daerah di Kepulauan Nias memperkuat sinergi, termasuk kolaborasi antara Kabupaten Nias Utara, Nias Barat, dan lainnya. "Bantuan Pemprov Sumut bersifat kemanusiaan, tapi pemimpin daerah jangan terlena. Otonomi daerah harus dimanfaatkan untuk kemandirian," tegasnya.
Harapan kita kepada pemerintah kabupaten/ kota di kepulauan Nias agar perhatian dan keseriusan Gubernur Bobby Nasution di sambut gembira
"Saya optimis keseriusan Gubernur Sumut akan mengeluarkan Kepulauan Nias dari status daerah afirmasi khusus, dengan dukungan seluruh pihak," pungkas Assoc. Prof. Dr. Ali Yusran Gea. (*)
■Fajar Trihatya







